Prabowo Pulang Lawatan Luar Negeri: Bawa Komitmen Investasi dan Perkuat Kemitraan Global

Presiden Prabowo Subianto telah pulang ke Tanah Air setelah serangkaian lawatan luar negeri, membawa pulang komitmen investasi signifikan dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Prabowo Pulang Lawatan Luar Negeri: Bawa Komitmen Investasi dan Perkuat Kemitraan Global
Presiden Prabowo Subianto telah pulang ke Tanah Air setelah serangkaian lawatan luar negeri, membawa pulang komitmen investasi signifikan dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global. (AntaraNews)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah kembali ke Tanah Air pada Sabtu, 24 Januari 2026, setelah menyelesaikan agenda padat di luar negeri. Kedatangan ini menandai berakhirnya kunjungan kerja penting di Inggris, Swiss, dan Prancis. Pesawat Kepresidenan yang membawanya mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 17.25 WIB.

Setibanya di Jakarta, Presiden Prabowo disambut dengan jajar kehormatan serta sejumlah pejabat tinggi negara dari jajaran TNI-Polri. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut hadir menyambut. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga terlihat dalam rombongan penyambut.

Kepala Negara yang mengenakan seragam safari dan peci hitam sempat berinteraksi singkat dengan para penyambut di apron bandara. Pertukaran obrolan ini menunjukkan suasana hangat setelah rangkaian kunjungan diplomatik yang intensif dan strategis.

Selama berada di Inggris pada tanggal 18-21 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral penting dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan jajarannya. Pertemuan ini menghasilkan komitmen investasi yang substansial untuk Indonesia. Komitmen tersebut mencapai angka Rp90 triliun, menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap perekonomian nasional.

Selain itu, kunjungan ke Inggris juga mencakup kesepakatan strategis di sektor maritim yang diharapkan akan meningkatkan kerja sama antar kedua negara. Kesepakatan ini berpotensi membuka peluang baru dalam pengembangan potensi kelautan Indonesia. Penguatan kerja sama maritim menjadi salah satu fokus utama dalam diplomasi ekonomi Indonesia.

Pada hari berikutnya, Presiden Prabowo melanjutkan agendanya dengan bertemu Raja Charles III. Diskusi berfokus pada kerja sama lingkungan, termasuk upaya perlindungan habitat Gajah Peusangan di Aceh. Pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dan Inggris terhadap isu-isu keberlanjutan global dan konservasi alam.

Agenda luar negeri Presiden Prabowo dilanjutkan pada Kamis, 22 Januari, dengan kehadirannya di World Economic Forum (WEF) 2026 yang diselenggarakan di Davos, Swiss. Forum internasional ini menjadi platform penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategisnya. Presiden Prabowo menyampaikan perspektif Indonesia mengenai stabilitas global dan transformasi ekonomi berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti peran krusial negara berkembang dalam menjaga ketahanan pangan, energi, dan iklim dunia. Partisipasi aktif Indonesia di WEF menunjukkan komitmen negara dalam berkontribusi pada solusi tantangan global. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting di kancah internasional.

Kehadiran delegasi Indonesia di WEF juga dimanfaatkan secara optimal untuk menjalin komunikasi dengan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global. Upaya ini bertujuan untuk mendorong investasi asing langsung ke Indonesia. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor.

Rangkaian kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto ditutup dengan lawatan kenegaraan ke Prancis pada Jumat, 23 Januari. Kunjungan ini merupakan undangan langsung dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, menunjukkan kedekatan hubungan bilateral kedua negara. Kepala Negara berada di Prancis selama kurang lebih lima jam untuk agenda penting.

Selama di Paris, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan tertutup sekitar dua setengah jam dengan Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan ini menjadi inti dari kunjungan tersebut, membahas berbagai isu bilateral dan global. Kedua pemimpin negara berkomitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin lama.

Selain itu, mereka juga menyelaraskan pandangan terkait isu-isu global dan internasional yang menjadi perhatian bersama. Pembahasan mencakup peran Prancis sebagai tuan rumah pertemuan G7, yang memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menyampaikan perspektifnya. Kunjungan ini menegaskan kembali pentingnya hubungan Indonesia-Prancis dalam diplomasi global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi