Pakar UMY: Peran Diaspora Indonesia Kunci Sukses Ekspansi BUMN ke Amerika Latin

Pakar UMY, Ratih Herningtyas, menyoroti Peran Diaspora Indonesia sebagai kekuatan strategis dalam mendukung ekspansi BUMN ke kawasan non-tradisional seperti Amerika Latin.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pakar UMY: Peran Diaspora Indonesia Kunci Sukses Ekspansi BUMN ke Amerika Latin
Pakar UMY, Ratih Herningtyas, menyoroti Peran Diaspora Indonesia sebagai kekuatan strategis dalam mendukung ekspansi BUMN ke kawasan non-tradisional seperti Amerika Latin. (AntaraNews)

Yogyakarta, 22 November – Pakar hubungan internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ratih Herningtyas, menyoroti potensi besar diaspora Indonesia. Ia memandang peran diaspora sebagai kekuatan strategis untuk mendukung ekspansi BUMN ke kawasan non-tradisional. Fokus utama adalah wilayah Amerika Latin yang memiliki potensi pasar menjanjikan.

Menurut Ratih, diaspora memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika lokal di negara tempat mereka tinggal. Informasi berharga ini dapat menjadi landasan penting bagi strategi penetrasi pasar BUMN. Mereka telah berinteraksi lama di negara tersebut, sehingga mengetahui perkembangan terkini secara langsung.

Kontribusi diaspora selama ini seringkali hanya dipandang sebatas remitansi, promosi budaya, atau pariwisata. Padahal, kapasitas mereka jauh lebih luas dan relevan bagi diplomasi ekonomi kontemporer. Terutama saat pemerintah Indonesia gencar mendorong ekspansi BUMN ke pasar global.

Kekuatan Strategis Diaspora dalam Diplomasi Ekonomi

Ratih Herningtyas menegaskan bahwa peran diaspora sangat vital sebagai informan kunci dan jembatan budaya. Mereka memiliki akses sosial yang mendalam dan pemahaman akan konteks lokal di negara tempat mereka menetap. Pengetahuan ini menjadi aset tak ternilai bagi BUMN yang ingin memperluas jangkauan bisnisnya.

Pendekatan institusional saja tidaklah cukup untuk mencapai ekspansi yang efektif. Menurut Ratih, ekspansi membutuhkan infrastruktur sosial yang mampu membuka akses dan menjembatani kebutuhan lokal. Diaspora dapat mengisi celah ini dengan keahlian dan jaringan mereka.

Dalam keterangannya, Ratih menjelaskan, "diaspora itu tinggal dan berinteraksi lama di suatu negara, sehingga mereka mengetahui secara langsung perkembangan di negara tersebut. Informasi yang mereka miliki bisa menjadi bagian dari strategi penetrasi pasar bagi BUMN." Hal ini menunjukkan pentingnya informasi mikro yang dimiliki diaspora.

Diaspora memiliki akses sosial, pemahaman kultur, serta pengetahuan mikro terkait dinamika lokal. Hal-hal ini sering kali tidak dimiliki oleh struktur diplomasi formal negara. Kapasitas mereka jauh lebih luas dan relevan bagi diplomasi ekonomi kontemporer.

Membangun Kepercayaan dan Jaringan di Amerika Latin

Dalam kerangka "two-level game" yang ditawarkan Ratih, diaspora berperan sebagai aktor di tingkat bawah. Mereka dapat mempercepat pembukaan hubungan, membangun kepercayaan, dan menciptakan koneksi jangka panjang. Ini mendukung tujuan strategis negara dalam ekspansi bisnis.

Meskipun jumlah diaspora Indonesia di Amerika Latin relatif kecil, ukuran populasi bukan satu-satunya faktor penentu efektivitas diplomasi. Kedekatan emosional dan jejaring sosial menjadi modal penting. Relasi jangka panjang dengan masyarakat setempat juga sangat berpengaruh.

Modal penting tersebut dapat membangun hubungan "people-to-people" yang kuat. Hubungan ini berpengaruh langsung terhadap persepsi publik dan kepercayaan terhadap Indonesia. Ini adalah fondasi penting bagi kesuksesan ekspansi BUMN.

Ratih menambahkan, diaspora juga dapat menjadi jembatan dalam proses negosiasi yang kompleks. Mereka membantu memahami konteks sosial-politik setempat serta memetakan peluang bisnis yang relevan. "Mereka berperan dalam membangun citra positif Indonesia sebagai mitra yang dapat dipercaya yang menjadi fondasi penting bagi ekspansi BUMN di kawasan yang semakin kompetitif," kata Ratih.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi