Wow, Cetak Sawah Rejang Lebong Capai 251 Hektare, Siap Jadi Lumbung Pangan Bengkulu!

Program Cetak Sawah Rejang Lebong oleh Kodim 0409/Rejang Lebong telah mencapai 251 hektare dari target 604 hektare, berpotensi besar wujudkan Rejang Lebong sebagai lumbung pangan Bengkulu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wow, Cetak Sawah Rejang Lebong Capai 251 Hektare, Siap Jadi Lumbung Pangan Bengkulu!
Program Cetak Sawah Rejang Lebong oleh Kodim 0409/Rejang Lebong telah mencapai 251 hektare dari target 604 hektare, berpotensi besar wujudkan Rejang Lebong sebagai lumbung pangan Bengkulu. (AntaraNews)

Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong, Bengkulu, melaporkan progres signifikan dalam program cetak sawah baru di wilayahnya. Hingga hari ke-78 kontrak kerja, pengerjaan cetak sawah baru di Kecamatan Kota Padang telah mencapai 251 hektare dari total target 604 hektare. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Rejang Lebong.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Cba Arif Purwoko, menjelaskan bahwa progres ini mencakup berbagai tahapan penting. Pembukaan lahan atau land clearing telah mencapai 518 hektare, sementara perataan tanah atau land levelling mencapai 251 hektare. Ini menunjukkan komitmen kuat dari pihak Kodim dan pemerintah daerah dalam mewujudkan target yang telah ditetapkan.

Inisiatif Cetak Sawah Rejang Lebong ini diharapkan dapat mengubah Kabupaten Rejang Lebong menjadi lumbung pangan utama di Provinsi Bengkulu. Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, menegaskan visi ini saat meluncurkan program pada 8 Agustus 2025. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada optimalisasi lahan pertanian yang ada.

Progres Signifikan di Lapangan

Progres pekerjaan di lapangan menunjukkan capaian yang menggembirakan dalam program cetak sawah baru ini. "Sampai dengan hari ke 78 dari kontrak progres pekerjaan di lapangan untuk perataan tanah atau land levelling sudah mencapai 251 hektare, sedangkan untuk pembukaan lahan atau land clearing 518 hektare," kata Kapten Cba Arif Purwoko. Angka ini mencerminkan kerja keras personel TNI di lapangan.

Selain pembukaan dan perataan tanah, personel TNI juga aktif dalam pembangunan infrastruktur pendukung pertanian. Mereka telah berhasil membuat saluran tersier sepanjang 4.000 meter yang vital untuk irigasi sawah. Pembuatan embung air juga menunjukkan kemajuan fisik yang signifikan, mencapai 85 persen, memastikan ketersediaan air yang memadai bagi lahan pertanian baru.

Pengerjaan cetak sawah ini tersebar di beberapa lokasi strategis di Kecamatan Kota Padang. Di Desa Tanjung Gelang, targetnya mencapai 587,6 hektare, sementara di Desa Sukarami targetnya adalah 16,7 hektare. Fokus pada lokasi-lokasi ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi pertanian di wilayah tersebut.

Pengerahan Alat Berat dan Tantangan

Untuk mendukung percepatan program Cetak Sawah Rejang Lebong, pengerahan alat berat menjadi kunci utama. Di Desa Tanjung Gelang, Kodim 0409/Rejang Lebong mengerahkan 16 unit alat berat, terdiri dari 10 unit ekskavator dan 6 unit buldoser. Jumlah alat berat ini menunjukkan skala besar proyek yang sedang berjalan.

Sementara itu, di Desa Sukarami, pengerjaan pencetakan sawah dengan target 16,7 hektare juga terus berjalan. Lahan yang sudah diratakan di desa ini telah mencapai tujuh hektare, meskipun saluran tersier masih nol persen. Dua unit alat berat, masing-masing satu ekskavator dan satu buldoser, digunakan untuk mempercepat proses di lokasi ini.

Pihak Kodim berkomitmen untuk menuntaskan target pencetakan sawah seluas 604 hektare di Kecamatan Kota Padang. Optimalisasi kerja didukung oleh peralatan yang memadai serta kondisi cuaca lapangan yang mendukung. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara semua pihak yang terlibat.

Visi Rejang Lebong sebagai Lumbung Pangan

Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, menyatakan bahwa daerahnya menerima kuota cetak sawah baru seluas 1.075 hektare. Hal ini disampaikan saat melaunching program PSR di Kecamatan Kota Padang pada 8 Agustus 2025. Kuota ini tersebar di beberapa kecamatan, menunjukkan cakupan program yang luas.

Selain 604 hektare di Kecamatan Kota Padang, sisa seluas 471 hektare lagi akan dilaksanakan di Desa Lubuk Mumpo, Kecamatan Kota Padang, Desa Suka Merindu, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, serta Desa Belumai II, Kecamatan Padang Ulak Tanding. Perluasan area cetak sawah ini akan memberikan dampak positif bagi produksi pertanian daerah.

"Harapan kita dengan adanya cetak sawah baru di Kabupaten Rejang Lebong ini nantinya akan menjadi kabupaten yang terdepan, atau menjadi lumbung pangan di Provinsi Bengkulu," kata Muhammad Fikri. Visi ini menjadi motivasi utama di balik pelaksanaan program cetak sawah baru yang ambisius ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi