Perwakilan elemen mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) baru-baru ini terlibat dalam Dialog Mahasiswa Pemerintah yang intensif. Pertemuan penting ini berlangsung selama tiga jam di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis malam, 04 September.
Mereka berkesempatan berdialog langsung dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto. Kedua menteri tersebut bertindak sebagai representasi dari Presiden Prabowo Subianto dalam diskusi mengenai tuntutan 17+8 yang menjadi fokus utama.
Dialog ini bertujuan untuk menjembatani aspirasi mahasiswa dengan kebijakan pemerintah, mencari titik temu demi kemajuan bangsa. Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam mendengarkan setiap masukan yang disampaikan oleh para perwakilan mahasiswa dan OKP.
Advertisement
Advertisement
Mendikti Saintek Brian Yuliarto menjelaskan bahwa dialog berlangsung secara terbuka dan konstruktif. Ia menggambarkan suasana pertemuan sebagai 'ngobrol dari hati ke hati' untuk memahami pandangan mahasiswa.
“Jadi, kita ngobrol dari hati ke hati seperti apa pandangan-pandangan mahasiswa untuk memperbaiki hal-hal yang kurang untuk bisa membicarakan ide bagaimana supaya Indonesia lebih cepat maju, lebih cepat bisa memperbaiki hal yang ingin dicapai bersama,” kata Brian sesuai dialog.
Brian menegaskan bahwa pemerintah sangat serius dalam mencatat dan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan. Seluruh tuntutan yang muncul dalam diskusi telah dicatat untuk menjadi bahan perbaikan di berbagai sektor pemerintahan.
Advertisement
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa yang telah menyuarakan pandangan dan masukan secara konstruktif. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendengarkan suara rakyat, khususnya dari kalangan pemuda.
Advertisement
Mendikti Saintek Brian Yuliarto menekankan pentingnya keberlanjutan Dialog Mahasiswa Pemerintah. Menurutnya, diskusi semacam ini sebaiknya tidak hanya berlangsung saat situasi tertentu, melainkan bisa terus-menerus dilaksanakan.
Tujuan dari dialog yang berkelanjutan adalah agar pemerintah dan mahasiswa dapat saling mengisi dan bersama-sama melihat hal-hal yang perlu diperbaiki. Sinergi antara kedua belah pihak diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan nasional.
Terkait tindak lanjut, Brian memastikan bahwa aspirasi mahasiswa akan diteruskan kepada Mensesneg. Selanjutnya, Mensesneg akan menyampaikan hal tersebut tidak hanya kepada Presiden, tetapi juga ke kementerian terkait sesuai dengan bidang masing-masing.
Advertisement
“Tentu akan disampaikan, tidak hanya ke Bapak Presiden, tapi juga ke kementerian-kementerian mana yang perlu kita perbaiki dan tingkatkan,” ujarnya. Dialog yang dimulai pukul 18.30 WIB ini selesai pada pukul 21.45 WIB, dengan dihadiri sekitar 20 perwakilan mahasiswa dan OKP dari berbagai organisasi.
Sumber: AntaraNews