Sosok NU Selalu Dampingi Megawati dan Jokowi, Sinyal Cawapres Ganjar?

Megawati pernah menjadi wakil presiden bersama tokoh besar NU, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ketika menjadi presiden, Megawati didampingi Wakil Presiden Hamzah Haz yang juga kader NU.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Sosok NU Selalu Dampingi Megawati dan Jokowi, Sinyal Cawapres Ganjar?
Ganjar Bertemu Gus Muwafiq. ©2023 Merdeka.com

PDI Perjuangan memberikan sinyal akan menarik kader Nahdlatul Ulama sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi bakal calon presiden Ganjar Pranowo.

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan, dalam perjalanan politik PDIP selalu bersama kader NU. Seperti ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo menjadi presiden, wakilnya adalah tokoh NU.

"Kami harus mengakui bahwa dalam perjalanan panjang kerjasama politik kekuatan nasionalis seperti PDIP itu banyak dilakukan bersama dengan kader-kader NU," katanya di Kantor Koordinasi Relawan Pilpres PDIP, Menteng, Jakarta, Jumat (12/5).

Nantikan update berita Ganjar Pranowo di Liputan6.com

Megawati pernah menjadi wakil presiden bersama tokoh besar NU, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ketika menjadi presiden, Megawati didampingi Wakil Presiden Hamzah Haz yang juga kader NU.

"Pada saat ibu Mega menjadi wapres bersama presidennya Abdurrahman Wahid tokoh NU. Saat ibu Mega jadi presiden wapresnya Pak Hamzah Haz juga dari NU," ujarnya.

Kemudian, Megawati maju sebagai calon presiden didampingi kader NU yaitu Hasyim Muzadi pada Pilpres 2004.

Selanjutnya, Joko Widodo terpilih menjadi presiden dua periode didampingi oleh tokoh NU. Pada Pilpres 2014 bersama Jusuf Kalla dan 2019 bersama Ma'ruf Amin.

"Jadi memang NU adalah sumber kawah candradimuka calon-calon pemimpin bangsa," tegas Basarah.

Hanya saja Basarah menegaskan, Megawati menghormati NU sebagai organisasi masyarakat yang tidak ingin terlibat dalam politik praktis. Sehingga PDIP tidak akan menyeret organisasi PBNU ke pusaran politik Pilpres 2024.

"Namun sekali lagi Ibu mega sangat menghormati eksistensi NU sebagai organisasi kemasyarakatan maka tidak akan membawa-bawa NU dalam Politik praktis. Dan saya kira hal itu sesuai dengan pandangan Dan sikap Ketum PBNU Gus Yahya yang juga akan membawa NU sebagai kekuatan yang akan mengayomi kekuatan bangsa," tutupnya.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

Rekomendasi