Presiden Joko Widodo membantah kalau dirinya cawe-cawe urusan Pilpres 2024 lantaran mengumpulkan ketua umum partai koalisi pemerintah di Istana beberapa hari lalu. Jokowi menegaskan, pertemuan tersebut hanya sekadar diskusi saja.
"Bukan cawe-cawe, wong itu diskusi saja kok (masa) cawe-cawe. Saya tadi sampaikan, saya ini juga pejabat politik. Saya bukan cawe-cawe. Urusan Capres, Cawapres itu urusannya partai atau gabungan partai," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (4/5).
Jokowi menegaskan sudah bolak balik menyampaikan kalau ketum partai mengundang, maka tidak ada salahnya jika sebaliknya. Apalagi, kata Jokowi, tak ada konstitusi yang dilanggar dari mengundang ketum partai.
"Saya mengundang mereka boleh-boleh saja. Apa konstitusi yang dilanggar dari situ? Enggak ada. Tolonglah mengerti bahwa kita ini juga politisi, tetapi juga pejabat publik," katanya.
Advertisement
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan isi pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan enam ketua umum partai politik koalisi pemerintahan. Dalam pertemuan tersebut, enam pimpinan partai politik (parpol) sepakat melanjutkan komitmen kebangsaan.
Zulhas menjelaskan pertemuan Jokowi dengan enam pimpinan parpol yakni Megawati Soekarnoputri, Airlangga Hartarto, Mardiono, Prabowo Subianto, dan Muhaimin Iskandar di Istana Negara memang sudah direncanakan sebelumnya.
Menteri Perdagangan ini menyebut perlu membahas bonus demografi Indonesia yang puncaknya terjadi tahun 2025 sampai 2038.
Zulhas mengatakan, Indonesia bisa menjadi negara maju seperti Korea Selatan tahun 2025-2038.