Nama Presiden Joko Widodo masih masuk kedalam bursa pemilihan calon presiden (capres) 2024. Namun, elektabilitas dukungan terhadap Jokowi cenderung menurun tajam.
Hasil dari Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tercatat Jokowi kalah dukungan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang melesat tajam.
"Dalam dua bulan terakhir dukungan spontan kepada Jokowi menurun dari 20,1 persen menjadi 8,2 persen, Prabowo 13,4 persen. Sementara dukungan kepada Ganjar naik dari 10,3 persen menjadi 14,2 persen," kata kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam rilis survei secara virtual, Kamis (9/6).
Lebih lanjut, Deni menjelaskan, melesatnya dukungan terhadap Ganjar Pranowo karena di mata ia menjadi sosok yang memiliki hubungan positif dengan pemerintahan sekarang.
"Elektabilitas Ganjar lebih baik dari Jokowi. Ini dimungkinkan karena Jokowi tidak berasal dari kubu politik pemerintah SBY, " ungkap Deni.
"Sedangkan Ganjar sekarang berasal dari kubu politik yang sama dengan pemerintah dan dengan presiden Jokowi yakni sama-sama kader PDI-P dan sama-sama dari Jawa Tengah," tambahnya.
Survei dilakukan pada 10-17 Mei 2022. Dipilih secara random (multistage random sampling) 1.220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1.060 atau 87 persen. Sebanyak 1.060 responden ini yang dianalisis.
Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar sekitar 3,07 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling). Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.