AHY: Ruang Digital Disesaki Black Campaign Membunuh Lawan Politik Demi Kekuasaan

AHY berharap generasi muda dapat memberikan kontribusinya untuk mencegah terjadinya hal ini. Caranya dengan memberikan pandangan dan saling mengedukasi satu sama lain.

Muhammad Genantan Saputra
AHY: Ruang Digital Disesaki Black Campaign Membunuh Lawan Politik Demi Kekuasaan
Agus Harimurti Yudhoyono. ©2021 Merdeka.com

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti tantangan demokrasi Indonesia saat ini. Salah satunya fenomena 'Post Truth Politics' yaitu kebohongan yang terus diulang bisa dianggap sebagai kebenaran baru.

"Politics is all about perceptions. Adik-adik yang nanti masuk ke dalam dunia politik akan memahami bahwa di ruang publik, di ruang digital makin disesaki oleh hoax, fake news, character assasination, hate speech, dan black campaign untuk membunuh karakter lawan politik demi kekuasaan," katanya pada webinar 'Membangun Integritas Generasi Penerus Bangsa: Menghadapi Dinamika Kehidupan Berpolitik', Sabtu (17/4).

Dengan itu, AHY berharap generasi muda dapat memberikan kontribusinya untuk mencegah terjadinya hal ini. Caranya dengan memberikan pandangan dan saling mengedukasi satu sama lain.

"Kalau ini merajarela, apalagi terjadi sebuah gelombang tsunami disinformasi, maka lama kelamaan politik di Indonesia akan diwarnai kebohongan yang keji dan merusak satu sama lain. Mari kita cegah ini. Mari kita bangun politik yang beretika dan bermoral," imbuhnya.

Selain itu, Putra Susilo Bambang Yudhoyono ini menyoroti politik identitas dan polarisasi. Dia mengingatkan, kontestasi politik bisa memberikan dampak besar dalam memecah belah bangsa.

"Politik identitas selalu tidak baik bagi bangsa kita. Indonesia adalah negara yang majemuk, keberagaman merupakan sebuah kekuatan, bukan sesuatu yang membuat kita tercerai berai," tutup AHY.

Rekomendasi