Giring PSI Soal Incar Suara Anak Muda, PPP Ingatkan Kebijakan Bukan Usia

PPP melihat langkah Giring deklarasi menjadi calon presiden merupakan hal biasa dan hak setiap warga negara.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Giring PSI Soal Incar Suara Anak Muda, PPP Ingatkan Kebijakan Bukan Usia
Plt Ketum PSI Giring Ganesha. ©Instagram.com/giring

Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi menilai suara anak muda yang menjadi target Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha melaju sebagai kandidat calon presiden 2024, merupakan biasa dalam setiap Pemilu. Menurut Baidowi, Pemilu itu bukan soal usia melainkan program yang mampu mengambil suara pemilih tersebut.

"Soal anak muda ini kan isu yang selalu muncul setiap pemilu. Asal yang terpenting itu bukan usianya tapi keberpihakan kebijakan pada kalangan anak muda," kata Baidowi kepada merdeka.com, Selasa (25/8).

Dia melihat langkah Giring deklarasi menjadi calon presiden merupakan hal biasa dan hak setiap warga negara. Menurut dia, proses pencalonan seseorang menjadi Capres harus memenuhi sejumlah persyaratan salah satunya dukungan dari partai politik.

"Ya biasa saja tidak ada yg istimewa. Karena mencalonkan dan dicalonkan itu hak setiap warga yang memenuhi persyaratan. Namun apakah bisa memenuhi persyaratan administratif pengusungan pasangan capres itu nanti bergantung ketentuan undang-undang ya," kata pria akrab disapa Awiek, ini.

Sebelumnya, Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha berniat maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Hal itu menjawab billboard calon presiden mantan vokalis Nidji itu yang beredar sebelumnya.

"Saya memang mencalonkan diri menjadi calon presiden Republik Indonesia di 2024," ujar Giring dalam konferensi pers daring, Senin (24/8).

Giring mengatakan, niat mencalonkan diri sebagai presiden sejalan dengan keinginan PSI bahwa Pemilu 2024 merupakan waktunya generasi muda. Dia berdalih, setengah dari pemilih di Pemilu 2024 merupakan anak muda.

Menurutnya, ruang politik di tahun 2024 perlu diisi anak muda yang mengerti tantangan global maupun nasional. Meski begitu, Giring mengaku pencalonannya sebagai presiden bukan hal mudah.

"Saya yakin insyaallah dengan kerja keras dan kerja cerdas kerja ikhlas saya bisa melewati ini semua," ucapnya.

Pada 20 Agustus lalu, Giring dan Grace Natalie bahkan telah menemui Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan itu, Giring menyampaikan keinginannya sebagai capres kepada Jokowi.

"Kita juga memberitahukan cara kita masalah pencapresan ini alhamdulillah Pak Jokowi menyambut sangat baik," kata Giring.

Giring menuturkan, pertemuan dengan Presiden Jokowi itu juga membahas bermacam hal. Misalnya mengenai pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi, hingga Grace yang mundur sementara dari kursi ketua umum PSI karena kuliah di Singapura dan menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Giring.

"Selain itu isu-isu tertutup, mungkin saya enggak bisa share," kata eks vokalis Nidji itu.

Rekomendasi