Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo tidak sepakat dengan adanya wacana pembelian mobil baru untuk para menteri. Sebab, kata dia, jabatan seorang menteri tidak lama dan selalu berganti.
"Kalau menurut saya wacana pembelian mobil menteri, saya dengar sudah lelang sejumlah ratusan miliar ini kurang tepat, kurang tepat kenapa? Menteri itu jabatan publik yang tidak lama masa jabatannya," kata Roy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/8).
Menurutnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi adalah tipe pemimpin yang sering melakukan reshuffle kabinet. Maka dari itu, Roy menilai kurang tepat jika ada pengadaan mobil baru untuk menteri.
"Bagi saya sangat tidak worth it untuk membeli mobil baru, lebih baik adalah menggunakan jasa rental, rental atau pemerintah menyewa," ungkapnya.
"Toh menteri itu kemudian juga tidak full masa jabatannya, apalagi Pak Jokowi terkenal orang yang efisien praktis gitu ya, kadang-kadang kalau tidak cocok dengan orang bisa saja mungkin kinerjanya kurang bagus bisa saja diganti," sambungnya.
Dia menambahkan para menteri yang baru diganti juga tidak suka jika harus mendapatkan mobil bekas menteri sebelum reshuffle. Maka dari itu Roy menyarankan menggunakan mobil rental untuk memberikan asas keadilan.
"Jadi saran saya selagi di tengah kondisi resesi ekonomi ini, lebih baik gunakan mobil rental, rental itu tidak ada biaya perawatan, tidak ada nanti dilelang untuk dijual kembali, lebih efisien dan lebih menghemat biaya," tandasnya.