Loyalis Airlangga Tak Lihat Kehadiran DPD Golkar di Deklarasi Bamsoet

Loyalis Airlangga Hartarto, Dedi Mulyadi mengkritisi acara deklarasi calon ketum Golkar, Bambang Soesatyo di Hotel Sultan beberapa waktu lalu. Dedi sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat, tak melihat ada unsur pemilik suara di Munas saat deklarasi Bambang atau yang akrab disapa Bamsoet itu.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Loyalis Airlangga Tak Lihat Kehadiran DPD Golkar di Deklarasi Bamsoet
Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. ©2019 Merdeka.com/ Liputan6.com/JohanTallo

Loyalis Airlangga Hartarto, Dedi Mulyadi mengkritisi acara deklarasi calon ketum Golkar, Bambang Soesatyo di Hotel Sultan beberapa waktu lalu. Dedi sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat, tak melihat ada unsur pemilik suara di Munas saat deklarasi Bambang atau yang akrab disapa Bamsoet itu.

"Waktu deklarasi kemarin, siapa yang hadir? Unsur mana? Kan lihat dari situ, gak gampang kan menilai itu, mereka sudah deklarasi, kemudian ada enggak yang hadir dari unsur DPD I atau DPD 2?" ujar Dedi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/7).

Dedi menilai, Bamsoet hanya klaim didukung 460 DPD. Dedi mengaku memiliki data lengkap soal dukungan DPD.

"Saya menyampaikan itu karena sudah ada unsur administratif yang sudah saya pegang. Kan saya pegang datanya," kata dia.

Sementara, Dedi yang berada di kubu petahana Airlangga Hartarto, mengklaim ada 500 DPD yang menyatakan dukungan. Airlangga juga dia sebut tidak ada manuver luar biasa menjelang Munas. Kata dia Munas bakal diselenggarakan Desember sebagai konsolidasi gerak menuju Pemilu 2024.

"Kan hampir semuanya memiliki pemikiran yang sama. Kalau soal jumlah kan sudah lebih dari 500 yang menyatakan dukungan untuk pak Airlangga Hartarto dan saya mendampingi dalam setiap saat," kata dia.

Menurut Dedi, Munas hampir dipastikan Desember karena yang bicara percepatan elite di Jakarta yang tidak punya suara. Pemilik suara di daerah, kata dia sudah satu suara.

"Yang menyampaikan bulan September, bulan Oktober itu kan hanya dari elite di Jakarta. Daerah-daerah gak ada tuh sampai hari ini," ucapnya.

Di sisi lain, Dedi menilai Munas merupakan agenda biasa tidak perlu menjadi sorotan. Sebab, menurutnya Munas harus menjadi agenda konsolidasi supaya tidak ada perpecahan lagi.

"Kalau saya sih melihat perspektif napasnya itu, Golkar tidak boleh ada perpecahan," ucapnya.

Rekomendasi