Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menggodok nama-nama calon menteri yang bakal mengisi Kabinet Kerja Jilid II. Sebagian orang di sekeliling Jokowi berpeluang masuk dalam bursa calon menteri.
Dari sejumlah nama, beberapa orang dekat Jokowi malah tak tertarik dengan posisi strategis itu. Mereka lebih memilih bidang lain yang diminati. Siapa saja orang yang tak ingin jadi menteri? Berikut ulasannya:
Advertisement
Sebagai Ketua tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir berpeluang menjadi menteri Kabinet Kerja Jilid II. Namanya santer disebut masuk alam jajaran anak muda yang masuk bursa menteri Jokowi selanjutnya.
Akan tetapi, Erick Thohir kurang berminat jika ada tawaran menteri kepadanya. Dia lebih memilih kembali ke profesi asalnya, pengusaha.
"Spent waktu dengan keluarga dan dunia usaha saya rasa pekerjaan yang sangat terhormat juga. Tidak semua harus jadi public service. Namun saat ini masing-masing punya pemikiran atau jalur sendiri," katanya di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/7).
Advertisement
Para pendukung Jokowi-Ma'ruf banyak yang mengincar posisi menteri di periode kedua ini. Beberapa partai bahkan terang-terangan meminta jatah strategis itu. Akan tetapi, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir mengaku belum memikirkan hal tersebut. Menurutnya banyak yang lebih berjasa pantas duduk di kursi menteri.
"Kita enggak mikir posisi-posisilah, banyak juga yang berjasa, banyak yang berkeringat," ujar Erick beberapa waktu lalu.
Advertisement
Presiden Jokowi pernah mengisyaratkan tengah mencari menteri dari aktivis 98. Saat itu nama Adian Napitupulu santer dielu-elukan.
Adian adalah politikus PDIP. Ia saat ini sebagai anggota DPR. Saat namanya disebut-sebut akan jadi menteri, Adian menolaknya.
"Jadi menteri? Enggak kuat. Saya tak kuat kalau jadi menteri kalau presidennya Jokowi, capeknya ampun," kata Adian beberapa waktu lalu.
Advertisement
Tak hanya Erick Thohir, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga tidak tertarik menjadi menteri di kabinet pemerintahan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin mendatang. Menurutnya posisi menteri sudah pernah dirasakannya. Saat ini, Cak Imin mengaku lebih ingin menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
"Saya terus terang ingin di MPR, (menjadi) menteri sudah pernah dan sudah cukuplah saya mengabdi di eksekutif, gantian saya biar di legislatif," kata Cak Imin.