Wakil Ketua Umum Gerindra Rachmawati Soekarnoputri membacakan trisakti proklamator Soekarno dalam Konferensi Nasional Gerindra di Sentul Internasional Convention Center, Senin (17/12). Rachmawati menyindir kubu petahana Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.
Putri proklamator itu mengklaim Gerindra melaksanakan tri sakti tersebut. "Ini adalah partai sejati kalau yang sebelah sana, saya tidak tahu. Janji-janji mau laksanakan trisakti hanya omong kosong," kata Rachmawati dalam pidatonya.
Rachmawati menyebut, apa yang ditakutkan Bung Karno terjadi. Tahun ini adalah tahun bahaya menurut Soekarno, kata dia. Buktinya, lanjut Rachmawati, tertulis dalam buku Prabowo Subianto berjudul Paradoks Indonesia. Di mana Indonesia ketergantungan dengan utang dan terjadi kemiskinan.
"Jadi Indonesia saat ini berada dalam krisis yang berbahaya, kemudian kita harus ingat bahwa tahun depan itu a year of decision," ucapnya.
Dia percaya jika Prabowo dan Sandiaga terpilih sebagai presiden dan wakil presiden situasi akan berubah. Itu juga menurutnya suara rakyat yang harus diperjuangkan oleh para caleg dan pendukung capres nomor urut 02.
"Apa tujuan besar di pemerintah baru kita adalah menciptakan good government. Yang tanpa ada korupsi, tanpa ada pengangguran kemiskinan," pungkasnya.
Diketahui, janji melaksanakan Trisakti tercantum dalam visi misi Jokowi-JK pada Pilpres 2014 lalu. Dalam dokumen yang diserahkan ke KPU, untuk mengembalikan jalan ideologi bangsa, Jokowi-JK menawarkan konsep Trisakti. Jalan Trisakti menjadi basis dalam pembangunan karakter bangsa ke depan.
Visi bangsa Indonesia untuk lima tahun ke depan menurut Jokowi-JK adalah terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Untuk mewujudkan visi itu, dilakukan melalui misi yang dijabarkan dalam tujuh poin.
Pertama, mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan. Kedua, mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis.
Ketiga, mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
Empat, mewujudkan kuliatas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera. Kelima, meujudkan bangsa yang berdaya saing.
Keenam, mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional. Ketujuh, mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.