Beberapa waktu lalu, ruangan anggota DPR RI terkena peluru nyasar yang menembus kaca dan tembok di lantai 16 dan 13. Peristiwa ini pun membuat heboh kompleks parlemen tersebut. Akibat kejadian itu Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menginginkan kaca gedung DPR dilapisi bahan anti peluru.
Namun keinginan itu dianggap terlalu berlebihan oleh beberapa pihak. Keinginan dan permintaan anggota dewan yang berlebihan bukan kali ini saja. Jauh sebelumnya para anggota DPR sudah mengajukan permintaan-permintaan tak masuk akal. Apa saja? Berikut ulasannya:
Advertisement
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sempat meminta rumah dinas diganti dengan apartemen untuk para anggota dewan. Rumah dinas yang berlokasi di Kalibata dan Ulujami, Jakarta Barat dinilai jauh dari kantor DPR.
Sehingga dia mewacanakan pembangunan apartemen di kawasan Senayan.
Wacana ini menuai pro kontra dari masyarakat, bahkan dari para anggota DPR sendiri. Akhirnya wacana pembangunan apartemen pun dibatalkan. "Selaku Anggota DPR-RI saya memang menempati Rumah Dinas yang sudah disediakan oleh Pemerintah tersebut," kata anggota Fraksi Partai Demokrat Roy Suryo, beberapa waktu lalu.
Advertisement
Keinginan para anggota DPR sering kali menuai kritik dari masyarakat. Sebab keinginan-keinginan itu dianggap tak masuk akal. Seperti halnya ketika DPR membeli kasur untuk 560 rumah dinas anggota dewan yang ditaksir menghabiskan uang sebesar Rp 12 miliar. Ini cukup mengejutkan publik lantaran berlebihan.
Meski begitu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengklaim proses pembelian kasur itu telah melalui prosedur. "Semua ada auditnya, DPR itu WTP, dan DPR ini satu-satunya lembaga yang anggarannya dibuka tiap hari," kata Fahri.
Advertisement
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Aditya Mufti Ariffin tak setuju dengan pembelian kasur senilai Rp 12 miliar. Dia malah menyarankan anggaran itu dialihkan untuk perbaikan atap rumah dinas. Menurutnya rumah dinas yang dia tempati mengalami kebocoran di bagian atap.
"Yang agak kurang bagus itu keadaan rumah yang bocor-bocor kalau hujan. Mending untuk yang lain, kalau memang untuk perumahan ya mending untuk perawatan rumahnya," ujar Aditya.
Advertisement
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah memberikan uang ketimbang menyediakan fasilitas rumah dinas untuk para anggota DPR. Menurutnya, rumah dinas yang disediakan tak pernah ditempati sehingga lebih baik diganti dengan uang.
Bambang mengatakan anggaran pemberian uang lebih rendah dibandingkan dengan penyediaan rumah dinas. "Hanya disediakan seperti yang di pemda DKI, yakni uang pengganti rumah dinas. Itu lebih efektif dan lebih murah jatuhnya. Karena percuma juga banyak anggota DPR yang tidak menempati rumah dinas," katanya.