Keluarga Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tengah dilobi oleh kedua pasangan calon presiden yang bertarung di 2019. Capres petahana Joko Widodo bertandang ke kediaman keluarga Gusdur di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Kemudian disusul beberapa hari kemudian oleh Sandiaga Uno.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto meyakini keluarga Gus dur dan para Gusdurian akan mendukung Jokowi-Ma'ruf. Sebab, menurut Sekjen PDI Perjuangan itu ada kesamaan perjuangan antara Gus Dur dengan Jokowi.
"Pak Jokowi kan sudah berdialog dengan keluarga besar Gus Dur dan juga Gusdurian. Karena kita lihat kepemimpinan Pak Jokowi yang memang memperhatikan masyarakat bawah dan itu juga sejalan dengan perjuangan almarhum Gus Dur," kata Hasto di kantor TKN Jokowi-Ma'ruf, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).
Terkait peluang anak Gus Dur, Yenny Wahid akan memberikan pernyataan dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandiaga, Hasto mengatakan apapun itu keputusannya akan menghormatinya.
"Itu kan nanti Mbak Yenny yang akan menyampaikan sikapnya. Dan apa pun keputusan dari Mbak Yenny, kami hormati itu," ucapnya.
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni meyakini keluarga Gus Dur akan memberikan dukungan politik dengan alasan adanya persamaan perjuangan keluarga Gus Dur, seperti membela minoritas dan pluralisme.
Dia tak yakin apabila ada sandungan karena Ketum PKB Muhaimin Iskandar berada dalam pengusung. Menurutnya, meski keluarga Gus Dur bersikap netral pun, arahnya tetap ke Jokowi.
"Selama ini Yenny (Wahid) netral. Tapi dengan diamnya pun sudah ke kami lah," ucap Antoni di kantor TKN Jokowi-Ma'ruf.