Rachmawati: Rekomendasi Ijtima Ulama tidak mengikat

"Karena yang mempunyai hak untuk mengajukan siapa yang menjadi pendampingnya capres nanti itu adalah partai," katanya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Rachmawati: Rekomendasi Ijtima Ulama tidak mengikat
Rachmawati Soekarnoputri. ©2018 Liputan6.com/Ditto

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri menegaskan hasil Ijtima Ulama hanya berupa rekomendasi. Menurut dia, keputusan akhir tetap berada di pihak koalisi partai.

"Jadi saya ulangi lagi, Ijtima hanya berupa rekomendasi tidak mengikat ya," tegas Rachma di Kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (1/8).

"Karena yang mempunyai hak untuk mengajukan siapa yang menjadi pendampingnya capres nanti itu adalah partai," lanjut dia.

Ijtima Ulama menghasilkan rekomendasi yaitu Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai kandidat calon wakil presiden bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Meski demikian, Rachmawati mengatakan rekomendasi itu akan dibahas di internal partai. Dia juga bersyukur bahwa rekomendasi itu menjadi bukti adanya perhatian dari ulama ke Prabowo Subianto.

"Jadi Ijtima itu kita berterima kasih, diberikan perhatian khususnya kepada Pak Prabowo karena hasil rekomendasi kita coba elaborasi, kita bicarakan," ujarnya.

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional merekomendasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Ijtima ulama merekomendasikan dua nama dari kalangan religius untuk mendampingi Prabowo.

Dua nama yang direkomendasikan adalah Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad. Maka, capres dan capres-cawapres rekomendasi Ijtima Ulama perpaduan antara nasionalis-religius.

Hak prerogatif Prabowo

Rachmawati Soekartoputri melangsungkan Rapat Dewan Pembina Partai. Meski mengaku hanya pembicaraan rutin, namun dia tak menampik bila ada pembahasan terkait pertemuan semalam di kediaman Maher Algadri.

"Nanti setelah kita coba elaborasi, kita bicarakan, seperti kita putuskan, Sekjen akan mencoba ketemu," ungkap Rachmawati.

Rachmawati menjelaskan, pertemuan para Sekjen yang akan berlangsung tak lain membahas sosok calon wakil presiden. Termasuk, hasil rekomendasi Ijtima Ulama.

"Ijtima sudah mengatakan Capresnya Prabowo. Sedangkan kalau kita bicara Cawapres, tentu Pak Prabowo punya hak prerogatif menentukan capres, setelah mendapat masukan berbagai pihak," jelas dia.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi