Demokrat prediksi Jokowi umumkan cawapres last minute agar poros ketiga gagal

"Artinya opsi membuka poros baru semakin mengecil. Meskipun peluangnya masih tetap ada," ungkapnya.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Demokrat prediksi Jokowi umumkan cawapres last minute agar poros ketiga gagal
Pimpinan KPK bertemu Jokowi bahas RKUHP. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Koalisi partai pendukung Joko Widodo (Jokowi) hingga kini belum mengumumkan calon wakil presiden (cawapres). Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Ferdinand Hutahaean memprediksi Jokowi mengumumkan cawapres di menit-menit terakhir pendaftaran pilpres.

Ferdinand menduga maksud Jokowi mengumumkan cawapres di akhir-akhir tahap pendaftaraan untuk menggagalkan munculnya poros ketiga.

"Kita memang melihat seperti itu. Ada upaya politik kubu Jokowi untuk menahan dan mengunci meskipun tanggal sembilan dan 10 sehari jeda untuk bisa bermanuver secara politik," kata Ferdinand di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7).

Ferdinand mengakui pembentukan poros ketiga memang sulit. Sebab, koalisi Pilpres mengerucut pada dua poros, yakni poros Jokowi dan Prabowo Subianto.

"Artinya opsi membuka poros baru semakin mengecil. Meskipun peluangnya masih tetap ada," ungkapnya.

Poros ketiga bisa saja terbentuk jika dua poros tersebut sudah mengumumkan pasangan capres-cawapresnya. Meski demikian, Ferdinand tetap optimis poros ketiga akan tetap terbentuk.

"Artinya poros baru ini baru bisa akan terwujud kalau capresnya sudah umumkan cawapresnya siapa. Teman-teman koalisinya menerima atau tidak," ucapnya.

Diketahui, Jokowi kini telah enam partai. Mulai dari PDI Perjuangan, PPP, NasDem, Hanura dan Partai Golkar. Sekarang koalisi itu bertambah gemuk dengan kehadiran PKB. Sedangkan yang belum menentukan arah dukunganya hanya Demokrat, PKS dan PAN.

Rekomendasi