Airlangga politisi teknokrat bisa diperhitungkan jadi Cawapres Jokowi

Airlangga politisi teknokrat bisa diperhitungkan jadi Cawapres Jokowi. Yunanto memandang menteri perindustrian itu merupakan tokoh teknokrat yang patut diperhitungkan.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Airlangga politisi teknokrat bisa diperhitungkan jadi Cawapres Jokowi
Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com

Direktur Eksekutif Kajian Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengimbau Partai Golkar segera mengumumkan nama calon wakil presiden. Tujuannya, untuk menaikkan elektabilitas partai.

"Saya tidak tahu ini bagian dari strategi atau tidak, tetapi ketika Golkar tidak menempatkan posisinya secara kuat di Pilpres itu akan menjadi faktor penghambat untuk melaju kencang," kata Yunarto Wijaya di Rakernas Golkar, Jakarta, Jumat (23/3).

Mengenai sosok Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Yunanto memandang menteri perindustrian itu merupakan tokoh teknokrat yang patut diperhitungkan. "Harus diakui Pak Airlangga bukan sosok yang kuat secara elektoral, tetapi memiliki kemampuan teknokrat," katanya.

Dia menambahkan Golkar merupakan partai kedua terbesar dalam partai pendukung Jokowi yang secara logika pantas dan berhak untuk ikut bertarung dalam merebutkan posisi cawapres. Menurut dia dengan menempatkan kader terbaiknya dalam bursa cawapres, maka sebuah partai akan mendapat dorongan elektoral yang besar.

Yunarto mengatakan Jokowi tidak membutuhkan pendamping yang dapat menggenjot elektoral karena tidak ada tohoh yang bisa benar-benar mengangkat elektabilitas dengan tinggi.

"Arti sebenarnya, Jokowi butuh bagaimana chemistry dan loyalitas lima tahun mendatang. Oleh karena itu nama Airlangga patut diperhitungkan," tuturnya.

Rekomendasi