Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,1%, lawan Prabowo, AHY, Anies, Gatot tetap menang

Pada skema dua calon, Alvara memasang Jokowi melawan Prabowo, Jokowi melawan Anies, dan Jokowi melawan Gatot. Masing-masing perolehan suaranya adalah 52 persen dibanding 33.2 persen, 59.2 persen dibanding 6.5, serta 60.3 dibanding 4.8. Semuanya dengan kemenangan untuk Jokowi.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,1%, lawan Prabowo, AHY, Anies, Gatot tetap menang
Presiden Jokowi berulang tahun. ©2017 Merdeka.com

Survei Alvara Research Center menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo masih lebih tinggi dibandingkan rivalnya Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Jika pemilihan dilakukan sekarang, Jokowi bakal mendapatkan suara 46.1 persen, Prabowo 26.5 persen. Dengan kata lain peluang besar untuk Jokowi maju dua periode.

Survei dilakukan dengan metode multi-stage random sampling dengan margin of error sebesar 2 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei melalui wawancara tatap muka pada dari tanggal 17 Januari hingga 7 Februari. Responden survei ini melibatkan 2.203 orang dengan 50.5 persen merupakan generasi milenial.

"Elektabilitas tertinggi sebagai Capres dimiliki oleh Joko Widodo (46,1 persen) dan Prabowo Subianto (26,5 persen), sedangkan yang belum memutuskan sebesar (15,9 persen)," ujar CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Jumat (23/2).

Survei Alvara juga menanyakan responden terkait kemungkinan Jokowi kembali menjadi Presiden. Sebanyak 68 persen responden mengharapkan Jokowi maju kembali dan 31.8 persen tidak mengingingkan.

Sedangkan nama lain seperti Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan tak mampu menyaingi dua nama sebelumnya. Berurutan elektabilitas mereka hanya 2.2 persen, 1.4 persen, 1.3 persen.

Pada skema dua calon, Alvara memasang Jokowi melawan Prabowo, Jokowi melawan Anies, dan Jokowi melawan Gatot. Masing-masing perolehan suaranya adalah 52 persen dibanding 33.2 persen, 59.2 persen dibanding 6.5, serta 60.3 dibanding 4.8. Semuanya dengan kemenangan untuk Jokowi.

Hasanuddin melihat saat Jokowi tak berhadapan dengan Prabowo, justru suara Prabowo tak otomatis pindah ke lawan Jokowi. Namun, hal itu bisa berubah ketika Prabowo mengendorse calon lain apabila menyatakan tidak maju.

"Ketika nama Prabowo dihilangkan tidak secara otomatis pindah ke Gatot atau Anies," jelas dia.

Rekomendasi