Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Edhy Prabowo enggan berkomentar banyak mengenai rangkap jabatan menteri di kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, rangkap jabatan tidak masalah selama menteri tersebut tidak mengganggu kinerja.
"Saya pikir selama itu tidak mengganggu kinerja ya sah-sah saja ya," kata Edy di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (23/1).
Edy mengatakan, menteri rangkap jabatan tidak perlu lagi dipermasalahkan. Sebab, menurut Ketua Komisi IV DPR, ini banyak juga orang yang merangkap jabatan tetapi mampu bekerja dengan baik.
"Kita enggak usah beralasan berasumsi nyatanya banyak juga yang jabatannya double kerja dengan baik," ujarnya.
Saat merancang kabinet kerja 2014 lalu, Presiden Jokowi menegaskan seorang menteri tak boleh merangkap jabatan sebagai ketua umum atau pejabat struktural partai politik. Namun, di tahun politik ini, terdapat dua pengurus Partai Golkar di kabinet kerja.
Mereka adalah Airlangga Hartarto, sebagai Menteri Perindustrian dan Idrus Marham, menjabat Menteri Sosial. Edhy Prabowo menyerahkan kepada masyarakat memberikan penilaian terkait inkonsistensi ucapan Presiden Jokowi ketika baru dilantik pada 2014 lalu.
"Saya pikir biar masyarakat yang menilai. Sebenarnya kalau dalam pandangan saya pribadi sebagai salah satu anggota DPR rangkap jabatan itu selama dia mampu menyelesaikan dengan semua tugas-tugasnya ya saya pikir tidak ada masalah," tandasnya.