Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akhirnya dipasangkan dengan kader PDIP Puti Guntur Soekarno. Keduanya bakal berhadapan dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.
Puti muncul setelah Bupati Banyuwangi Azwar Anas menyerahkan mandat mundur sebagai calon wakil gubernur. Setelah PDIP dan PKB berkoalisi, Partai Gerindra serta PKS masuk memberi dukungan.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Suko Widodo menilai mundurnya Anas cukup berdampak bagi Gus Ipul. Secara individu Puti dinilai tak cukup dikenal, namun kehadirannya bisa membuat mesin partai bergerak.
"Yang diandalkan bukan orang, tapi mesin politik PDIP. Bu Puti sebagai pengikat energi untuk tingkatkan kekuatan menggerakan mesin politik," kata Suko saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (10/1) malam.
Untuk PKB, menurut Suko, sudah pasti solid dengan adanya sosok Gus Ipul. Berkaca hasil Pileg 2014 lalu, PDIP di Jawa Timur memperoleh 19 persen suara. "Kehadiran Bu Puti berpotensi solidkan mesin politik," tuturnya.
Dia mendorong agar Puti segera mempercepat eksistensi di Jawa Timur. Sejauh ini, Suko mengaku belum melihat visi misi masing-masing calon. "Komunikasi pengenalan menjadi kunci penting," tuturnya.
Menurut Suko, merapatnya Gerindra dan PKS tidak terlalu berdampak signifikan. Eksistensi Gerindra di Jawa Timur dinilainya masih kurang. Warga hanya melihat sosok Prabowo Subianto.
"Yang menjembatani Prabowo di Jatim tidak ada," tuturnya.
Dia mengibaratkan pertarungan di Jatim seperti Jerman versus Brasil. Puti sebagai 'panzer' julukan tim Jerman, sedangkan kubu satu lagi 'samba' julukan Brasil.
"Panzer, kehadiran Puti andalkan kekuatan tim, mesin politik. Kalau samba lebih banyak pada orang, personal. Tidak punya relasi, dan dasar partai cukup kuat. Andalkan individu, non infrastruktur partai," tandasnya.
Gus Ipul mengaku bahagia disandingkan dengan Puti. "Saya melihat wajah-wajah orang kaget dan bahagia di sini (sambil nunjuk ke wartawan). Pasti kaget karena saya mendapatkan pendamping yang segar, cantik, cerdas, pejuang rakyat, pejuang perubahan, pekerja keras, salah seorang srikandi Republik yang terbaik, dan muda pula," ujar Gus Ipul, Rabu (10/1).
Terhadap kualitas Puti, Gus Ipul yang juga cicit pendiri NU KH Bisri Syamsury itu memuji kemampuan dan kapasitas anggota DPR RI dua periode tersebut. Bahkan Puti dinilai memiliki banyak pengalaman karena termasuk aktivis, dosen, enerjik serta aktif berorganisasi.
"Saya yakin dan optimistis (menang). Mbak Puti tidak diragukan kemampuannya. Nantinya, masyarakat Jatim akan mengenal dan cinta terhadap Mbak Puti," katanya.