Yenny Wahid digadang masuk opsi calon gubernur dari Gerindra yang akan diusung dalam Pilkada Jawa Timur setelah sebelumnya muncul nama Moreno Soeprapto. Jika nantinya putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu jadi diusung, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa dinilai tetap menjadi kandidat terkuat.
"Yang dua ini (Gus Ipul dan Khofifah) bagi saya agak berat karena yang dua ini adalah 'raksasa'-nya, the big fighter, petarung besar," kata pengamat politik Pangi Chaniago di Jakarta, Selasa (2/1).
Saifullah Yusuf dan Khofifah dinilai sangat kompetitif sehingga Pilgub Jawa Timur diprediksi akan berjalan sengit. Apalagi, Jika Yenny Wahid maju, suara NU akan menjadi pecah menjadi tiga di Jatim mengingat Gus Ipul maupun Khofifah juga memiliki basis massa kuat kalangan NU di akar rumput. Apalagi Yenny juga merupakan cucu dari pendiri NU.
"Sebenarnya Khofifah dan Gus Ipul basis potensial segmen mereka kan sama, NU juga. Tapi ini yang satu Muslimat NU dan yang satu NU biasa," ujarnya.
Untuk memenangkan pertarungan, kandidat calon lain harus mengambil ceruk segmen yang berbeda dengan calon lain. Atau jika cagubnya dari NU maka wakilnya dari luar NU.
"Ketiganya NU. Ini kan pecah NU-nya. Enggak tahu nanti NU kemana (suaranya). Tinggal nanti mengambil yang ceruk segmen yang lain," jelasnya.
Yenny Wahid menurutnya telah cukup dikenal dan sosok Gus Dur akan memberi pengaruh kuat dan bisa memiliki daya dongkrak terhadap pencalonan Yenny baik itu dari aspek popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas. Yenny juga dikenal sebagai tokoh pluralis yang dinilai berpengaruh juga dalam pencalonannya.
Selain Gerindra, Yenny Wahid juga dilirik oleh PKS dan PAN. Tiga partai akan melakukan pertemuan membahas Yenny Wahid dan Pilgub Jawa Timur pada 4 Januari.