Pilkada serentak 2018 bukan hanya diramaikan tokoh politik atau kalangan masyarakat. Perwira Tinggi (Pati) Polri juga banyak yang melirik kesempatan menjadi kepala daerah.Informasi didapat merdeka.com, ada tiga Pati Polri yang santer terdengar mau mencalonkan diri di Pilkada serentak 2018. Mereka adalah Walemdiklat, Irjen Pol Anton Charliyan, Komandan Korps Brimob Mabes Polri, Irjen Murad Ismail dan Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Safaruddin.Anton disebut-sebut bakal mencalonkan diri di Pilgub Jabar. Sedangkan Murad di Pilkada Maluku dan Safaruddin di Kalimantan timur.Kapolri Jendral Tito Karnavian membenarkan, ada sejumlah Pati Polri yang berniat meramaikan Pilkada 2018. Tito menjelaskan, Pati yang sudah ditetapkan sebagai calon kepala daerah tentu harus segera mundur dari jabatannya."Prinsip anggota Polri ikut pilkada ada yang udah melapor kepada saya, mereka tidak boleh menjadi anggota Polri ketika sudah menjadi calon yaitu awal Februari," kata Tito di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Kamis (19/10).Namun, dia berharap, jika memang niatan maju sebagai kepala daerah sudah cukup kuat tidak ada salahnya surat pengunduran diri diajukan lebih cepat."Namun saya berharap kepada temen-temen yang mendaftar sebaiknya kalau sudah firm mau mendaftar secepat mungkin mengundurkan diri supaya tidak terjadi conflict of interest. Karena dia punya jabatan, karena nanti dia dianggap pakai jabatan di polisinya dalam rangka memengaruhi publik," katanya.Hal itu untuk menghindari orang berprasangka terhadap Polri. "Tapi aturan itu belum ada, sehingga sekali lagi ini imbauan saya tapi kalau sudah penetapan pasangan calon otomatis harus bukan lagi anggota polisi," kata mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Tito minta jenderal mau nyagub segera mundur dari jabatannya
"Saya berharap kepada temen-temen yang mendaftar sebaiknya kalau sudah firm mau mendaftar secepat mungkin mengundurkan diri supaya tidak terjadi conflict of interest. Karena dia punya jabatan, karena nanti dia dianggap pakai jabatan di polisinya dalam rangka memengaruhi publik," kata Tito.
Rekomendasi