Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memunculkan duet Sandiaga Uno dan Mardani Ali Sera di Pilgub DKI 2017. PKS mengklaim duet ini juga didukung oleh Gerindra. Kursi Gerindra dan PKS sudah cukup untuk mencalonkan cagub dan cawagub di DKI.Menanggapi hal itu, Partai Demokrat yang semula berada satu kubu dengan Gerindra dan PKS menolak ikut campur. Demokrat bahkan menegaskan tidak ikut dalam koalisi itu."Silakan saja, kita enggak ikut," kata Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan saat dihubungi, Selasa (13/9).Syarief mengatakan, Demokrat masih melakukan evaluasi para bakal calon gubernur yang akan diusung nanti. Hingga kini, Demokrat belum memutuskan siapa orang yang akan didukung."Partai belum memutuskan. Tapi komunikasi dengan partai lain terus ditingkatkan," kata anggota Komisi I DPR ini.Soal klaim Yusril Ihza Mahendra yang mendapat dukungan dari Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Syarief tak mau berpolemik. Dia menegaskan sekali lagi belum menentukan calon, kemungkinan akan deklarasi minggu ini."Insya Allah minggu minggu ini," terang dia.Seperti diketahui, duet Sandiaga-Mardani bikin pecah koalisi kekeluargaan. Selain Demokrat yang tak setuju, PKB juga mengancam menarik dukungan dari Sandiaga Uno, begitu juga dengan PPP. Sementara itu, Gerindra menegaskan, Mardani belum tentu menjadi cawagub Sandiaga Uno karena masih harus menjalani uji kepatutan dan kelayakan seperti Saefullah dan Sylviana Murni beberapa waktu lalu.
Koalisi Sandiaga-Mardani, Demokrat bilang 'kita enggak ikut
Demokrat rencananya minggu ini baru akan mengumumkan bakal dukung siapa di Pilgub DKI 2017.
Rekomendasi