Di balik sikap legowo Teman Ahok saat Ahok memilih parpol di Pilgub

Ahok telah menyatakan niatnya untuk maju di Pilgub DKI 2017 bersama partai politik.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Di balik sikap legowo Teman Ahok saat Ahok memilih parpol di Pilgub
Ahok di markas Teman Ahok. ©2016 Merdeka.com

Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama akhirnya memutuskan maju bersama partai politik di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017. Pilihan itu disampaikan Basuki usai melakukan pertemuan dengan relawan Teman Ahok di markasnya.Saat ini, Ahok, sapaan Basuki, memang telah didukung tiga partai politik, yakni Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Jika digabung, ketiga partai tersebut memiliki 24 kursi di DPRD DKI Jakarta, dengan demikian mereka bisa mengusung calon sendiri.Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas mengaku ikhlas melepaskan Ahok untuk maju bersama partai politik. Wanita berhijab ini mengungkapkan awal mula pembentukan organisasi relawan ini dilakukan agar Ahok bisa maju dalam Pilgub, sebab ketika itu Teman Ahok merasa tidak ada parpol yang mau mengusung Ahok untuk maju kembali."Sebelumnya Teman Ahok melakukan gerakan pengumpulan 'Sejuta KTP' karena kami merasa ada Ahok, pemimpin yang mampu membawa perubahan di Jakarta, terancam tidak bisa maju kembali. Karena tidak punya partai, tengah berseteru dengan DPRD DKI, bahkan terancam dimakzulkan. Sehingga kecil kemungkinan Ahok akan dicalonkan kembali oleh partai politik," ungkap Amalia, demikian siaran pers dari Teman Ahok, Kamis (28/7).Keberadaan Teman Ahok sendiri, lanjut Amalia, sebagai kendaraan alternatif. Belum lagi, saat ini parpol dianggap tidak mendengarkan suara rakyat yang meminta agar Ahok bisa maju kembali."Jadi tujuan Teman Ahok saat itu adalah menunjukan pada Parpol, bahwa jika partai tak mendengar suara kami, maka kami bisa bergerak sendiri. Teman Ahok bergerak untuk menyediakan kendaraan alternatif untuk Ahok maju ke pilkada lewat jalur perseorangan. Sebuah jalur yang sah dan diakui oleh konstitusi."Dengan keputusan Ahok tersebut, Amalia menyatakan tugas Teman Ahok agar sosok yang didukungnya bisa maju kembali berakhir sukses. Apalagi, mereka sudah mendengarkan langsung dalam dialog tertutup bersama Ahok serta perwakilan tiga partai pendukungnya."Kami menghargai dan mendukung keputusan Ahok, setelah kami melakukan dialog dengan Pak Ahok, perwakilan dari tiga partai pendukung Golkar, Nasdem dan Hanura. Akhirnya, Ahok memutuskan untuk maju menggunakan kendaraan partai politik bersama dengan Teman Ahok," jelas Amalia.

Rekomendasi