Partai Kebangkitan Bangsa telah memperingati hari lahir yang ke-18 tahun pada Sabtu (23/7). Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB H Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan membenahi tata kelola Pemilihan Umum (Pemilu), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) menjadi tugas berat PKB. Di mana seluruhnya bermuara pada sistem ketatanegaraan Indonesia yang baik. "Kita tidak ingin ke depannya melahirkan pemimpin yang menjadi karyawan atau pun petugas dari salah satu kelompok. Kita ingin pemimpin yang membela kepentingan rakyat dan ahlussunnah wal jamaah," kata pria disapa Cak Imin di Jakarta, Sabtu (23/7).Selain itu, Cak Imin memastikan PKB mendukung penuh pemerintah kabinet kerja. Ia pun berharap perjuangan PKB di pemerintahan bermanfaat bagi Nahdlatul Ulama (NU), bangsa dan negara."Bangsa ini akan porak poranda kalau tidak terjaga oleh NU dan PKB. Untuk itu dalam memperingati hari jadi PKB kali ini, kita akan mengevaluasi, menilai, mempelajari titik lemah, kinerja perjuangan yang sudah kita lakukan. Tentu, yang berpangkal pada visi perjuangan yang ada," ujarnya.Ia berkata, apa yang dilakukan kader PKB KH Maman Imanulhaq dalam memperjuangkan UU Pesantren dan apa yang diperjuangkan anggota Komisi IX sebagai contoh kecil bagaimana perjuangan berpangkal pada visi perjuangan."PKB dalam sistem politik Indonesia sesungguhnya untuk mengawal jalannya politik ahlussunnah wal jamaah, bangsa dan negara," kata dia.Sementara di kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menegaskan, PBNU tanpa pesantren tidak ada apa-apanya. Begitu juga dengan PKB, tanpa NU tidak akan ada apa-apanya."Intinya NU dan PKB merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan," tandasnya.
Cak Imin: Kita tak ingin ke depan lahir pemimpin yang jadi petugas
Ia pun berharap perjuangan PKB di pemerintahan bermanfaat bagi Nahdlatul Ulama (NU), bangsa dan negara.
Advertisement
Rekomendasi