Ketua DPR: Setiap orang dari parpol dianggap seolah-olah busuk

Ade yakin BPK bekerja profesional dalam mengaudit pembelian lahar RS Sumber Waras.

Mohammad Yudha Prasetya
Ketua DPR: Setiap orang dari parpol dianggap seolah-olah busuk
Ade Komarudin. ©dpr.go.id

Kredibilitas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali dipertanyakan. Hal ini menyangkut beda sikap BPK yang menganggap ada korupsi di pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI, sementara KPK menilai tak ada tindak pidana.Latar belakang Ketua BPK Harry Azhar Azis sebagai mantan kader Partai Golkar diungkit. Hal ini dinilai membuat independensi BPK dipertanyakan.Menanggapinya hal itu, Ketua DPR RI Ade Komarudin mengatakan, latar belakang pimpinan BPK sebagai mantan kader partai politik tak berarti kinerjanya buruk. Dia yakin, BPK melaksanakan tugas sesuai dengan tugas dan kewenangannya."Yang penting, orang tersebut di mana pun berada bertindak pro dengan bidang tugasnya. Dan hanya mengabdi kepada kebenaran sebagai patokan bagi pelaksanaan tugasnya," ujar Ade di DPR RI Senayan, Rabu (22/6)."Artinya, norma dan azas profesionalisme diajarkan dengan baik. Jangan dikaitkan dengan latar belakang," katanya menambahkan.Ade mengaku, dirinya menyayangkan jika ada pejabat negara yang berasal dari parpol, kemudian langsung dicap buruk oleh publik. Tanpa penilaian objektif terkait kinerjanya di lembaga tersebut."Yang penting orang yang mampu. Saya tidak menyukai kata-kata setiap orang dari parpol seolah busuk. Bukan karena kita dari parpol, tapi kita harus bertindak fair. Yang penting profesional," ujar Ade.Kemudian, Ade juga menjelaskan, penanggungjawab audit investigasi yang dilakukan oleh pihak BPK untuk mendalami kasus pembelian lahan RS Sumber Waras, pastinya dipegang oleh auditor senior yang notabene bukan berasal dari partai."Misalnya Prof Edi. Deputi investigasi BPKP. Beliau kemarin AKN yang bertanggungjawab atas audit Ahok. Kita tahu kredibilitas beliau luar biasa. Prof Edi seorang auditor handal," ujar Ade."Saya sebagai orang politik percaya dengan hasil audit yang dipimpin beliau, meski ada yang meragukan. Prof Edi bukan dari parpol, tapi sekali lagi yang saya hargai adalah orang tersebut bekerja profesional," pungkasnya.Diketahui, pimpinan BPK yang berasal dari partai adalah ketua, Harry Azhar Azis dari Partai Golkar, dan wakilnya Achsanul Qosasi dari Partai Demokrat.

Rekomendasi