Akom serang Setnov, dari turnamen golf sampai catut nama Jokowi

Dari 8 bakal caketum Golkar, hanya Akom dan Setnov yang kerap terlibat perseteruan dan saling serang.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Akom serang Setnov, dari turnamen golf sampai catut nama Jokowi
Ade Komarudin. ©dpr.go.id

Pertarungan antar Ade Komarudin (Akom) dan Setya Novanto (Setnov)semakin panas jelang Munaslub Golkar yang digelar 15 Mei - 17 Mei di Nusa Dua, Bali. Dua 'anak kesayangan' Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) ini memang sudah lama berseteru jauh sebelum dihelatnya Munaslub Golkar.Baik Akom maupun Setnov memutuskan untuk bertarung secara terbuka di panggung politik Munaslub sebagai kandidat calon ketua umum Golkar. Tak jarang, antar kedua tim sukses saling balas serang demi mendapatkan kursi orang nomor satu di partai beringin ini.Namun Akom nampaknya yang paling sering memberikan serangan-serangan politik kepada Setya Novanto. Setelah undian nomor urut calon ketua umum, pertarungan kedua orang ini kian memanas. Cuma Akom dan Setnov yang terlihat saling serang jika dibandingkan enam kandidat calon ketum lainnya.Misalnya saja, isu pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh salah satu menteri yang mendukung kandidat Ketum Golkar. Wacana ini dilemparkan oleh Timses Akom, Firman Soebagyo yang mengaku mendapat keluhan dari DPD I dan DPD II.Belakangan diketahui, nama yang disebut menteri itu adalah Menko Polhukam Luhut Pandjaitan. Sementara Calon Ketumnya adalah Setya Novanto."Inikan juga mencederai daripada nama mas Jokowi sendiri. Masyarakat masih belum lupa dengan kasus 'Papa Minta Saham'. Pak Jokowi yang rugi dalam kasus ini," jelas Firman saat dihubungi merdeka.com, Senin (9/5).Luhut dituding mengumpulkan DPD I dan DPD II untuk mendukung Setya Novanto. Pertemuan itu dilakukan di Hotel Ritz Carlton, Kuningan Jakarta, Senin (9/5) malam.Namun kabar ini langsung dibantah oleh Luhut. Dia mengakui memang dekat dengan Setya Novanto, tapi itu merupakan haknya jika mendukung atau tidak dalam Munaslub Golkar mendatang.Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae mengakui memang ada pertemuan di Ritz Carlton dengan para pengurus DPD I lainnya. Hanya saja, kata dia, di situ tidak ada Luhut dan tidak membahas dukung mendukung siapa di Munaslub."Itu acara paguyuban DPD I. Kami undang 33 DPD di luar Sulawesi Selatan, karena Sulsel kan calon. Yang hadir sekitar 27-28," ujar Ridwan saat dihubungi, Selasa (10/5).Tidak cuma itu saja, tim Ade Komarudin juga membocorkan turnamen golf yang dilakukan oleh oleh DPD I di Sentul, Bogor.

Tak tanggung-tanggung, hadiahnya mobil mewah bagi para pemenang. Turnamen ini disebut-sebut digelar oleh Setya Novanto.Mengenai hal ini, inisiator Generasi Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan, Komite Etik Munaslub Golkar harus menyelidiki apakah ada pelanggaran etik pada gelaran turnamen golf tersebut. Dia juga meminta komite etik munaslub selidiki pertemuan sejumlah pengurus daerah di Hotel Ritz Calrton, kawasan SCBD Jakarta, Senin (9/5) malam.Jika memang terbukti ada pelanggaran, Doli meminta agar Komite menindaklanjutinya, termasuk berbagai upaya lain yang berpotensi melanggar aturan-aturan pada Munaslub Golkar kali ini."Banyak kejadian yang harus dicermati komite etik seperti turnamen golf, bagi-bagi uang kepada DPD I, pertemuan SC dengan DPD I, dan yang terakhir pertemuan tadi malam di Ritz Carlton," ujar Doli saat dihubungi, Selasa (10/5).Doli mengatakan, jika Komite Etik Munaslub Golkar ingin menunjukkan fungsi dan eksistensinya, maka mereka harus bertindak tegas menindaklanjuti pertemuan-pertemuan para kubu caketum dengan sejumlah pengurus Golkar di daerah tersebut."Tugas komite etik harus ditunjukkan. Jangan sampai keberadaan Komite Etik hanya dijadikan bumbu saja. Jika terbukti ada pelanggaran, maka Komite Etik harus memproses," pungkasnya.

Rekomendasi