Soal perpustakaan mewah di DPR, Ketum PAN bilang negara lagi defisit

Zulkifli Hasan meminta agar rencana pembangunan perpustakaan di DPR ditunda sementara.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Soal perpustakaan mewah di DPR, Ketum PAN bilang negara lagi defisit
Gedung DPR. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menolak rencana pembangunan perpustakaan mewah di DPR dalam proyek gedung baru senilai Rp 570 miliar. Menurut dia, kondisi keuangan negara saat ini sedang mengalami kesulitan."Pendapatan negara sudah surplus barulah membuat perpustakaan DPR. Kalau menurut saya sekarang tidak tepat," kata Zulkifli di komplek parlemen, Kamis (31/3).Politikus PAN itu menjelaskan, berdasar keterangan pemerintah, keuangan negara tengah defisit 2,5 persen. Hal tersebut yang menurutnya menjadi alasan penundaan dibuatnya perpustakaan mewah itu.Ketua DPR Ade Komaruddin menyebut, pembangunan perpustakaan di komplek parlemen merupakan inisiasi beberapa orang yang mengatasnamakan diri Cendekiawan Indonesia. Meski megaproyek pembangunan Gedung baru DPR tengah terhambat, mereka tetap mengusulkan pembangunan perpustakaan level Asia Tenggara.Ade Komarudin tak mau ambil pusing adanya pihak-pihak yang tak menyetujui usulan pembangunan perpustakaan DPR. Perpustakaan akan tetap dibangun bersamaan gedung DPR baru.Sementara itu, FITRA menyebut, anggaran sebesar Rp 570 miliar untuk pembangunan perpustakaan tidak terdapat dalam alokasi APBN 2016. Sehingga sangat rawan dijadikan bancakan oleh elit-elit tertentu. Kata dia, yang ada dalam alokasi PBN hanya Pembangunan Gedung DPR sebesar Rp 700 miliar. Sayangnya diduga angka tersebut diubah-ubah sesuka hati oleh DPR untuk proyek yang berubah ubah namanya."Proyek ini erat kaitannya dengan Akom. Sehingga rencana pembangunan perpustakaan harus ditinjau kembali. Dalam perencanaan DPR tidak transparan dan tidak akuntabel," kata Sekjen FITRA, Yenny Sucipto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (30/3).

Rekomendasi