Golkar Bali sebut kubu Ancol pengkhianat jika bentuk partai baru

Jika kabar tersebut benar adanya, maka itu bisa dianggap berkhianat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Golkar Bali sebut kubu Ancol pengkhianat jika bentuk partai baru
Kampanye Golkar. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Setelah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) mencabut keabsahan Partai Golkar Hasil Munas Ancol, beredar kabar jika sejumlah pengurus Partai Golkar yang selama ini mendukung hasil Munas Ancol akan mendirikan partai baru yakni Partai Golkar Indonesia (PGI).

Kabar tersebut langsung ditanggapi miring oleh Ketua DPD I Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB) Ketut Sudikerta. Menurutnya, jika kabar tersebut benar adanya, maka itu bisa dianggap berkhianat kepada partai berlogo pohon beringin tersebut.

"Kalau memang begitu, ketahuan siapa yang berkhianat. Itu bisa disebut pengkhianat partai," kata Sudikerta seusai mengikuti acara Simakrama Pemerintah Provinsi Bali di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (30/1).

Lanjut Dia, jika merujuk dari hasil rekonsiliasi, siapapun yang dinyatakan menang ataupun sah, harus mampu merangkul dan menyatukan Partai Golkar.

"Waktu direkonsiliasi oleh Pak JK (Jusuf Kalla) pada saat itu, siapapun yang menang atau kalah, dia harus menjadikan satu Golkar kembali, tidak boleh ada yang membangun partai politik yang baru. Kenyataannya itu yang terjadi, berarti dia lah sesungguhnya menjadi pengkhianat partai," katanya.

Ketika ditanya, apakah nantinya DPD I Golkar akan mendorong agar ARB mengurungkan niatnya untuk tidak mencalonkan kembali pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) apabila kubu Agung Laksono mendirikan partai baru, Wakil Gubernur Bali ini tak memberikan jawaban pasti‎. "Itu pertimbangan nanti," singkatnya menyudahi.

Rekomendasi