Setya Novanto kembali membuat ulah pascalengser dari posisi Ketua DPR. Keputusan DPP Partai Golkar yang menunjuknya sebagai Ketua Fraksi tak disia-siakannya dengan menunjuk para loyalisnya menempati posisi empuk di Alat Kelengkapan Dewan dan pimpinan Fraksi. Diketahui, Setya Novanto mengganti Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit dengan Kahar Muzakir dan menendang Bambang Soesatyo dari posisi Sekretaris Fraksi dan digantikan oleh Aziz Syamsuddin. Politikus Golkar Mahyudin mengatakan wajar apabila ada perombakan di AKD maupun pimpinan Fraksi. Namun, pergantian yang dilakukan oleh Setya Novanto itu terkesan nepotisme karena menaruh orang terdekatnya dan menendang orang dekat Ade Komaruddin. "Wajar saja kalau mau diganti, yang paling penting pergantian ini tidak ada unsur nepotisme," kata Mahyudin saat dihubungi, Kamis (7/1). Namun, dia juga menyayangkan pencopotan Ahmadi Noor Supit dari Ketua Banggar. Sebab, dia menilai, selama ini Supit sudah memiliki kinerja yang mumpuni. "Saya kira Supit sudah bagus menjalankan tugas-tugasnya dan Supit juga mempunyai track record yang bagus," Seperti diketahui, Setya Novanto sendiri mengklaim bahwa penunjukan Kahar Muzakir sebagai Ketua Banggar dan Aziz Syamsuddin sebagai Sekretaris Fraksi merupakan perintah dari DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie.
Mahyudin tak masalah Setnov rombak fraksi asal tidak nepotisme
"Wajar saja kalau mau diganti, yang paling penting pergantian ini tidak ada unsur nepotisme," kata Mahyudin.
Advertisement
Rekomendasi