Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika dan Sulistyana (RiaLis) berhasil memaparkan visi-misi mereka dengan baik pada Debat Calon Walikota dan Wakil Walikota Batam yang diselenggarakan oleh KPU Kota Batam, Jumat malam (20/11) di Swiss Bell Hotel Harbour Bay, Batam.Terbatasnya waktu dalam debat calon walikota dan wakil walikota Batam kali ini, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Ria Saptarika dan Sulistyana, untuk memaparkan Visi Batam Modern yang mereka usung."Kita tidak mau mengada-ada dengan membuat hal baru, RiaLis akan mengembalikan Batam sebagai mana konsep awalnya, yaitu Batam sebagai kawasan industri yang dijadikan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan industri yang akan bersaing dengan kompetitor global," ujar Ria Saptarika dalam debat tersebut.Makna modern yang diusung oleh RiaLis, adalah memodernisasi tata kelola pemerintahan, membuat layanan publik dan fasilitas publik yang lebih manusiawi, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Kemudian RiaLis akan merancang sistem pemerintahan yang transparan, mudah diakses, dan ada kepastian hukum. Sehingga tidak ada lagi cerita pungli di kota Batam."Sebagai kota modern yang maju, maka RiaLis memandang perlu untuk menyediakan fasilitas publik yang baik. Sehingga warga batam dapat berinteraksi antar sesama di lingkungannya. Karenanya RiaLis memandang perlu untuk menyalurkan dana bantuan berupa hibah sebesar seratus juta per RT, untuk pembangunan fasilitas publik bagi warga batam di lingkungannya," imbuhnya.Bahkan pada sesi tanya jawab antar kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota, pasangan Ria Saptarika dan Sulistyana berhasil membuat pasangan Rudi - Amsakar kebingungan tidak mampu menjawab dan merasionalisasikan visi misi mereka sendiri. Sangat jelas, bahwa pasangan RiaLis dengan nomor urut - 2, lebih unggul pada debat itu.Debat visi misi calon walikota Batam yang diikuti oleh sekitar 300 orang relawan dan kader partai pengusung dan pendukung tersebut berlangsung meriah, antusiasme relawan tampak jelas dengan kehadiran peserta yang mengenakan beraneka seragam relawan dan partai.Pertanyaan Sulistyana, calon Wakil Walikota Batam tentang 825 orang Anggota Satpol PP yang belum dibayarkan gajinya oleh Pemkot Batam saat ini, sukses membuka kualitas kepemimpinan calon petahana yang buruk. Bahkan Rudi yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Batam, terkesan melemparkan tanggungjawab terhadap permasalahan Satpol PP ini. "Walikota dan Wakil Walikota Batam saat ini tidak tau tentang penerimaan 825 orang Anggota Satpol PP yang hingga kini belum dibayarkan gajinya", ujar Rudi, berusaha menyelamatkan diri. Jawaban Rudi itu disambut sorakan bernada kecewa dari kursi relawan yang hadir.Kemudian Ria Saptarika, calon Walikota Batam juga sukses mencecar pertanyaan dan sanggahan terhadap program pengadaan listrik tenaga surya bagi warga pesisir Batam yang dikemukakan pasangan Rudi - Amsakar sebelumnya.Ria mempertanyakan solusi faktor durability solar cell, atau faktor daya tahan listrik tenaga surya, yang hingga kini masih menjadi momok, kelemahan listrik tenaga surya. "Bagaimana cara Anda mengatasi faktor durability pada solar cell, agar warga pesisir Batam yang Anda janjikan pemenuhan kebutuhan listrik di kampung mereka, dapat menikmati listrik secara berkelanjutan?", Ria Saptarika bertanya.Namun sayangnya baik Rudi maupun Amsakar yang sebelumnya menjanjikan program solar cell bagi warga pesisir Batam, tidak mampu menjawab dan menjabarkan rencana program mereka tersebut. Bahkan mereka setuju mengakui ketidakpahaman mereka akan hal ini.Debat visi misi calon Walikota dan Wakil Walikota Batam ini ditutup manis oleh Ria Saptarika, dengan membacakan empat buah pantun Melayu. Hal ini tentu menjadi nilai tambah dan merupakan bukti konkret bahwa Ria Saptarika yang merupakan keturunan Melayu, mampu menjaga adat istiadat Melayu dengan baik dalam hidupnya.
RiaLis menang telak di debat calon Walikota dan Wakil Walikota Batam
"Kita tidak mau mengada-ada dengan membuat hal baru, RiaLis akan mengembalikan Batam sebagai mana konsep awalnya."
Rekomendasi