Setnov harap sengketa kepengurusan Golkar berakhir damai

Setnov berharap semua pihak menjalankan putusan MA tanpa menimbulkan percikan permusuhan baru.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Setnov harap sengketa kepengurusan Golkar berakhir damai
Setya Novanto. ©dpr.go.id

Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov) berharap sengketa Partai Golkar berakhir. Hal tersebut pasca diterimanya permohonan Aburizal Bakrie (Ical) oleh Mahkamah Agung yang sekaligus menetapkan Ical sebagai kubu yang sah."Harapannya tentu kita harapkan dengan keputusan yang ada mudah-mudahan kedua kubu bisa selesai dengan baik dan bisa bersama-sama lagi baik kubu Aburizal dan Agung. Dan juga teman-teman DPR, sekarang sudah mulai mengadakan kerja sama yang baik," kata Setnov di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10). Di sisi lain Setnov juga tak inginkan adanya Munaslub Golkar. Menurutnya keputusan MA ini harus mengakhiri sengketa partai."Pokoknya kita ingin semua bersama-sama kembali," tuturnya. Seperti diketahui, kemarin siang, Selasa (2/10), Mahkamah Agung (MA) telah mengambil keputusan terkait dualisme Partai Golkar. Hasilnya, permohonan yang diajukan oleh Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie dikabulkan oleh hakim Mahkamah Agung. "Dualisme Partai Golkar sudah putus tadi, hasilnya (hakim) kabulkan kasasi pemohon," kata Suhadi saat dihubungi merdeka.com.Putusan ini dipimpin langsung oleh Hakim Agung Imam Subechi, Irfan Fachrudin dan Supandi. Suhadi mengatakan, putusan ini masih bisa dilakukan Peninjauan Kembali (PK), tergantung kedua belah pihak ajukan PK atau tidak.

Rekomendasi