Akbar Tandjung tak masalah Tommy Soeharto ingin jadi ketum Golkar

"Golkar itu ada aturan-aturannya, kalau memang orang berminat jadi pimpinan Golkar boleh-boleh saja," kata Akbar.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Akbar Tandjung tak masalah Tommy Soeharto ingin jadi ketum Golkar
Tommy Soeharto. ©2015 merdeka.com/benny

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar hasil Munas Bali Akbar Tandjung tak masalah jika Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto ingin menjadi ketua umum. Namun, lanjut Akbar, Pangeran Cendana itu harus mengikuti prosedur yang ada."Golkar itu ada aturan-aturannya, kalau memang orang berminat jadi pimpinan Golkar boleh-boleh saja melalui mekanisme Munas," kata Akbar di gedung KPK, Kamis (30/4).Akbar menambahkan, Tommy sudah mengusulkan untuk mengadakan Munas gabungan. Untuk menyelesaikan masalah Golkar, menurut kami langkah paling tepat yaitu melalui Munas Islah karena enggak ada Munas resmi, jadi Munas luar biasa," ucapnya.Seperti diketahui, kisruh kepengurusan DPP Partai Golkar dimanfaatkan oleh anak-anak Soeharto. Diam-diam, trah penguasa Orde Baru itu melakukan manuver politik di tengah kisruh partai beringin.Si bungsu Tommy Soeharto dan kakaknya, Titiek Soeharto, telah mengundang Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) ke kantor mereka di gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan.Mereka yang hadir di antaranya Ketua Umum Aburizal Bakrie, Ketua Fraksi Golkar DPR, Ade Komarudin dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung.Dalam pertemuan itu, Tommy menyodorkan usul agar digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Hal itu menurutnya bakal menyudahi kisruh Golkar agar tak berkepanjangan.Lewat Munaslub, akan dihasilkan pelaksana tugas yang diambil dari dua kubu. Di situ, Tommy juga akan mengajukan diri sebagai calon ketua umum."Kader di daerah-daerah yang lama-lama (minta) jadi ini deh keluarga Pak Harto aja yang ambil alih. Ada suara-suara seperti itu," kata Titiek di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/4).Putri Soeharto ini membenarkan, adiknya memang ingin maju sebagai ketua umum Golkar. Hal ini didasari atas keprihatinan dari keluarga Cendana melihat perpecahan yang semakin bergejolak."Kan kami dari keluarga ini prihatin, kok Golkar berkiprah begitu besar, begitu lama. Kami ini kan sebenarnya saudara, teman lama. Cuma karena ada yang nunggangin, memanfaatkan konflik Golkar untuk kepentingan seseorang," ucapnya.

Rekomendasi