Golkar pecah, keluarga Cendana turun tangan

Keluarga cendana merasa prihatin dengan perseteruan yang terjadi antara Ical dan Agung Laksono.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Golkar pecah, keluarga Cendana turun tangan
Ical dan Agung Laksono buka Mupimnas Kosgoro. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Dualisme kepengurusan Partai Golkar tak kunjung usai. Kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan kubu Agung Laksono sama-sama ngotot berhak untuk memimpin Partai Golkar.Bahkan perseteruan antar kedua kubu ini terjadi tidak hanya adu statement saling ejek di media. Bahkan konflik sempat terjadi sampai baku hantam antar pendukung dan pendongkelan pintu Fraksi Partai Golkar di DPR beberapa waktu lalu.Aksi ini membuat sejumlah pihak khawatir dengan kondisi partai berlambang pohon beringin ini. Termasuk keluarga penguasa Orde Baru, Presiden ke-2 Soeharto. Soeharto telah memimpin Golkar selama puluhan tahun sepanjang dirinya jadi orang nomor satu di Tanah Air.Keluarga cendana ini diketahui mengundang kubu Ical untuk makan siang bersama guna membahas konflik yang terjadi selama ini di Golkar. Namun belum diketahui secara jelas apa saja yang dibicarakan dalam undangan makan siang keluarga cendana itu kepada Ical cs.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Ical, Titiek Soeharto merasa prihatin dengan konflik yang terjadi di Golkar. Karena itu, pihaknya mengundang Ical cs untuk makan siang bersama membahas hal tersebut.

"Kami sekeluarga yang undang Pak Ical atas nama partai, untuk mengetahui apa yang terjadi di Golkar. Alhamdulillah beliau-beliau mau datang ke tempat kita makan siang. Ada bicara panjang lebar," kata salah satu keluarga cendana Titiek Soeharto yang juga wakil ketua umum Golkar kubu Ical, saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/4).Namun Titiek tidak menjelaskan secara rinci apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan makan siang antara keluarga Soeharto dengan Ical cs itu. Dia hanya berharap kisruh cepat selesai dan Golkar kembali bersatu.Ketika disinggung soal kemarahan adiknya, Tommy Soeharto melalui media sosial tentang sejumlah aksi anarkis yang dilakukan kubu Agung Laksono yang sempat ramai diberitakan media, Titiek menyatakan, hal itu wajar saja terjadi."Ya tentu aja marah ya. ini kan partai kita semua, partai besar tapi kok diacak-acak," ujar Titiek yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.

Rekomendasi