SBY dan Hatta Rajasa, dua besan beda rintangan

SBY diprediksi bakal lebih mulus kembali menjabat sebagai ketua umum ketimbang Hatta.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
SBY dan Hatta Rajasa, dua besan beda rintangan
Prabowo dan Hatta temui SBY di Istana. ©Rumgapres/Abror Rizki

Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat akan menggelar kongres dalam waktu dekat ini. Dua partai politik ini punya kedekatan secara emosional.Tak ada yang meragukan kedekatan antara Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hatta dan SBY merupakan dua petinggi partai politik yang saling berbesan.Putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menikah dengan putri Hatta, Aliya Rajasa. Dari pasangan ini, telah lahir cucu SBY dan Hatta bernama Airlangga Satriadhi Yudhoyono.Akan tetapi, jalan politik SBY dan Hatta di partai masing-masing nampaknya berbeda. SBY diprediksi bakal lebih mulus kembali menjabat sebagai ketua umum ketimbang Hatta.Dukungan untuk SBY kembali menjabat sebagai ketua umum begitu deras. Hanya riak-riak kecil yang menyatakan tidak setuju jika Presiden ke-6 ini kembali pimpin partai berlogo bintang Mercy itu.Marzuki Alie, Gede Pasek Suardika, Ahmad Mubarok disebut menjadi pesaing SBY di kongres Demokrat nanti. Akan tetapi, nama-nama itu masih tak sebanding dengan ketokohan seorang SBY.Sejumlah pengurus daerah bahkan diklaim hampir seluruhnya mendukung SBY jadi ketua umum lagi. Begitu juga di tatanan elite partai, SBY didukung penuh untuk pimpin partai menyambut Pemilu 2019 yang akan datang."Tidak ada satupun yang menolak ketika SBY maju lagi. 100 persen dukung SBY," kata Sekretaris Fraksi Demokrat di DPR Didik Mukrianto beberapa waktu lalu.Menurut dia, SBY merupakan kader terbaik bangsa dan membanggakan Demokrat. Dia menegaskan, tidak ada satupun yang bisa menyamai kehebatan SBY."SBY kader terbaik bangsa, membanggakan bukan hanya internal, tapi juga di luar negeri juga besar. Saya bisa katakan tidak ada satupun kualifikasi yang menyamai SBY," tegas Didik.Sejumlah analisa politik pun mengatakan jika jalan SBY menuju kursi ketua umum tidak akan sulit. SBY diprediksi akan menang aklamasi di Kongres Demokrat 2015 yang rencananya akan digelar April mendatang.Itu prediksi jalan politik SBY, namun beda cerita dengan Hatta Rajasa. Meski secara emosional keduanya dekat, Hatta dinilai punya rintangan yang lebih sulit untuk bisa kembali duduk di kursi orang nomor satu PAN.

Betapa tidak, Hatta harus melawan senior partainya sendiri, Amien Rais. Jelang Kongres akhir Februari nanti, Amien sudah mengeluarkan fatwanya bahwa bukan tradisi PAN jika ketua umum menjabat sampai dua kali.Meski tidak secara terang-terangan, Amien disebut mendukung besannya yang disebut juga akan maju di kongres, Zulkifli Hasan. "Kalau tanya saya, saya cenderung sebaiknya 5 tahun, jadi 5 tahun cukup (jadi ketum). Nanti yang berikutnya ada penyegaran, berpulang pada kongres nanti. Lebih senior melambung ke MPP, junior ke ketumnya, plotting saya seperti itu," ujar Amien di Rakernas PAN, Jakarta, Rabu (7/1) lalu.Hatta juga belum mau berkomentar tentang keinginan Amien, ketua umum cukup satu periode. Dia lebih memilih diam dan menghidar ketika wartawan menanyakan hal itu."No comment saya. Tadi kan sudah. Cukup ya," kata Hatta sambil berlalu.Peristiwa ini pun mengingatkan kita pada kongres PAN lima tahun lalu. Di mana Amien juga tidak setuju jika Soetrisno Bachir kembali jadi ketua umum PAN.Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Obsatar Sinaga menyatakan, tidak heran dengan apa yang terjadi saat ini dengan PAN. Dia mengingatkan, jika hal ini juga terjadi saat Kongres PAN 2010 lalu.Dia mengatakan, Amien mendesain agar Soetrisno Bachir lengser dari ketum digantikan oleh Hatta. Saat ini, lanjut dia, Amien ingin Hatta lengser digantikan Zulkifli Hasan."Ini sudah pernah dilakukan terhadap Soetrisno Bachir ketika menjadikan Hatta (ketum), sekarang dia lakukan ke Hatta untuk Zulkifli. Sebuah permainan konflik kepentingan," kata Obsatar.Obsatar menilai wajar sekali jika Amien lebih mendukung Zulkifli jadi ketua umum. Menurut dia, Amien masih ingin terlihat sebagai penentu di PAN."Secara manusiawi, itu wajar, kalau tidak salah Zulkifli kan besan Amien Rais. Tapi secara kultur politik Amien Rais selalu saja ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah penentu PAN," imbuhnya.

Rekomendasi