Rencana pencalonan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai ketua umum Partai Golkar untuk periode mendatang mendapatkan penolakan dari kader partai. Teranyar, penolakan dilontarkan oleh anggota fraksi Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa.Menurut Agun, selama menjadi ketua umum Ical tak memiliki prestasi gemilang. Seseorang yang maju sebagai calon ketua umum partai, lanjutnya, harus memiliki terobosan-terobosan yang cemerlang bagi partainya."Komentar saya, kalau seseorang maju karena punya prestasi, prestasi dia (Ical) apa? Pileg kalah, ngusung capres wapres tak bisa," kata Agun dengan nada ketus saat dihubungi, Senin (3/11).Lebih lanjut, kata Agun, selama kepemimpinan Ical, organisasi atau partai diatur dengan seenaknya. Aspirasi-aspirasi dari kader partai tak dianggap oleh Ical.Termasuk, kata Agun, ketika rapat pleno DPP Partai Golkar, Ical tidak menunjukkan kewibawaannya dalam memimpin. Rapat pleno berjalan sesuai kehendak Ical dan tidak menampung aspirasi kader."Tak ada rapat pleno, seenaknya. Kemudian pemilihan pimpinan DPR MPR sangat oligarki," tegasnya.Sedangkan mantan anggota Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Andi Sinulingga berpendapat, selama kepemimpinan Ical, Partai Golkar tidak terurus dengan baik. Dari pemilu legislatif dan pemilu presiden, kepemimpinan Ical terlihat jelas membuktikan telah gagal."Kalau Pak Ical mau maju lagi bukan kepentingan organisasi, tapi untuk kepentingan diri, bisnis, dan ego untuk mempertahankan KMP biar bisa mengganggu pemerintah Jokowi-JK. Yang nantinya kompromi juga untuk kepentingan bisnis Ical," kata Andi.Kemudian, tambah Andi, selama ini Ical tidak memberikan insentif yang besar terhadap perkembangan Partai Golkar. Ical lebih mementingkan bisnis dan kepentingannya sendiri."Gokar hanya jadi kuda tunggangan bisnis Pak Ical," tegasnya
Agun: Ical tak punya prestasi di Golkar!
"Kalau Pak Ical mau maju lagi bukan kepentingan organisasi, tapi untuk kepentingan diri, bisnis, dan ego."
Rekomendasi