Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang dimotori PDIP mendeklarasikan DPR tandingan. Mereka membuat mosi tidak percaya dengan struktur pimpinan DPR saat ini.Jumat kemarin (31/10), mereka menggelar sidang paripurna dengan agenda utama pernyataan mosi tidak percaya, membentuk pimpinan DPR tandingan sementara dan menyusun komposisi pimpinan 11 komisi.Lima pimpinan DPR tandingan yang disahkan kemarin adalah Ida Fauziyah dari PKB, Syaifullah Tamliha dari PPP, Dossy Iskandar dari Hanura, Supriyadi dari NasDem dan Effendi Simbolon dari PDIP.Banyak kisah lucu saat paripurna tandingan digelar. Berikut lengkapnya:
Advertisement
Anggota DPR tandingan menggelar rapat paripurna kemarin. Namun semua berantakan karena ruang rapat terkunci dan sejumlah fasilitas tidak berfungsi.Pantauan merdeka.com, Jumat (31/10), para anggota Fraksi PDIP, PKB, PPP, Hanura, dan NasDem, sudah berkumpul di depan ruang rapat paripurna di lantai 3 Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.Saat tiba di depan ruangan rapat, mereka tidak bisa masuk. Listrik dan AC juga dimatikan, termasuk lift dan eskalator akses menuju lantai 3. Hingga pukul 10.00 WIB,Mereka tidak bisa masuk ruangan, padahal rapat paripurna versi KIH ini dijadwalkan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB.
Advertisement
Karena tidak bisa masuk ruang paripurna, beberapa anggota Fraksi PKB yang duduk di tangga pintu masuk ruang paripurna melantunkan salawat. Beberapa lainnya asyik mengobrol.Tampak beberapa petinggi fraksi seperti Olly Dondokambey, Abdul Kadir
Karding, Utut Adianto, Arif Wibowo. Namun tidak terlihat Pramono Anung yang oleh KIH dipilih sebagai ketua DPR tandingan.Wakil Sekjen PDIP Achmad Basarah yang ditemui menyatakan pihak Setjen DPR menyatakan sebelumnya akan membuka ruangan."Tadi malam setjen DPR bilang akan dibuka, tapi tidak tahu ada perubahan. Berita tadi malam lewat ibu sekjen, ketua fraksi PKB Helmi Faishal bilang akan dibuka," kata Basarah kemarin.
Advertisement
Karena ruangan paripurna terkunci, mereka menggelar paripurna di ruang rapat KK 2 atau ruang PDIP, gedung kura-kura.Di sela rapat, para anggota kompak menyanyikan lagu Maju Tak Gentar yang diciptakan Cornel Simanjuntak.
Advertisement
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Winantuningtyastiti mengatakan tidak menerima surat undangan rapat hari ini. Dia juga mengaku tidak tahu siapa yang memerintahkan menutup ruangan tersebut."Hari ini ini Setjen enggak ada agenda paripurna," katanya di Gedung DPR, Jumat (31/10).
Advertisement
Paripurna tandingan dipimpin oleh Politikus PKB Ida Fauziyah. Agendanya fraksi-fraksi KIH menyerahkan nama-nama anggota di komisi dan alat kelengkapan dewan.Awalnya, Ida menyindir soal gaya kepemimpinan DPR kubu KMP. Menurut dia, pimpinan DPR tandingan ini lebih akomodatif dana aspiratif."Ini pimpinan aspiratif dan akomodatif," kata Ida saat pimpin rapat di Gedung DPR, Jakarta,
Jumat (31/10).Kemudian, celetukan ini pun disambut dengan anggota paripurna tandingan yang hadir."Sejuk hati kita punya pimpinan begini, akomodatif," celetuk anggota disambut tepuk tangan.Anggota Fraksi PPP Muhammad Khalid melakukan interupsi. Menurut dia, fraksi KMP harus tetap diundang dan diakomodir dalam rapat paripurna tandingan ini."Supaya tidak mengulangi kesalahan mereka yang di sana (KMP), sebaiknya kita tetap mengundang mereka, secara demokratis mereka anggota dewan beri undangan saja kalau tidak datang Alhamdulillah," tutur Khalid.