Ceu Popong senang Jokowi tunjuk 8 perempuan jadi menteri

"Baru pertama kali dalam sejarah ada delapan orang perempuan yang duduk sebagai menteri dalam pemerintah."

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Ceu Popong senang Jokowi tunjuk 8 perempuan jadi menteri
Popong Otje Djundjunan. ©2014 merdeka.com/Siwi

Anggota DPR dari Partai Golongan Karya Popong Otje Djundjunan atau yang biasa dipanggil Ceu Popong bersyukur kepada pemerintahan baru karena ada delapan perempuan yang masuk Kabinet Kerja periode 2014-2019."Sebagai seorang perempuan, tentunya saya berterima kasih dan bersuka cita karena secara kuantitas bertambah. Apa secara kualitas juga bertambah kita lihat saja nanti kinerjanya," kata Ceu Popong, di Jakarta, Senin (27/10).Perempuan yang menjadi anggota DPR sejak 1987 mengatakan sebenarnya tidak ada aturan khusus dalam negeri ini tentang komposisi perempuan di eksekutif karena itu adalah prerogatif Presiden.Ia mengatakan, menteri itu adalah jabatan politis bukan jabatan karir sehingga bisa saja bisa yang ditunjuk tersebut laki-laki maupun perempuan dengan latar belakang yang beragam seperti pengusaha, akademisi, aktivis masyarakat, PNS atau budayawan."Memang baru pertama kali dalam sejarah ada delapan orang perempuan yang duduk sebagai menteri dalam pemerintah. Ini sebuah pencapaian tersendiri, kalau menurut saya," kata dia.Ia mengharapkan menteri perempuan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan posisi atau jabatan masing-masing."Baik laki-laki maupun perempuan jika sudah ditempatkan dalam sebuah posisi atau jabatan, laksanakanlah tugas dengan sebaik mungkin. Karena tanggung jawab itu luas maknanya," kata dia.Dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019, terdapat delapan menteri perempuan.Kedelapan perempuan itu adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Rekomendasi