Kemenangan Koalisi Merah Putih (KMP) dalam merebut tampuk pimpinan DPR dan MPR membuat sejumlah ilmuwan Indonesia mengkhawatirkan kondisi politik Indonesia memburuk. Pasalnya, kekuatan KMP di parlemen dikhawatirkan akan menghambat kerja-kerja pemerintahan Jokowi di eksekutif.Menurut Guru Besar Administrasi Publik UGM, Wahyudi Kumorotomo situasi politik Indonesia saat ini dapat mengarah pada proses jegal-menjegal program antara legislatif dan eksekutif seperti yang terjadi pada pemerintahan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama yang programnya kerap dihadang Senat."Kalo Kita lihat perilaku DPR seperti kemarin saya khawatir akan menyebabkan great lock, jadi program DPR akan dijegal pemerintah dan pemerintah dijegal oleh DPR. Ini menjadi persoalan yang serius mirip apa yang terjadi pada pemerintahan Obama, saya khawatir kalau rakyat diam saja," katanya dalam forum diskusi ilmuwan Indonesia untuk bangsa yang bertajuk 'Kembalikan Kedaulatan Rakyat' di Universitas Indonesia Salemba jakarta Pusat, Kamis (10/9).Hal senada juga diungkapkan guru besar Filsafat STF Driyarkara, Franz Magnis Suseno yang mengharapkan situasi politik tanah air tidak seperti di Amerika."Saya harap tidak seperti situasi Amerika," katanya.Lebih jauh, pria yang akrab disapa Romo Magnis itu mengatakan, situasi politik Indonesia ke depannya tergantung kepiawaian Jokowi dalam melobi berbagai kalangan tanpa harus meninggalkan cita-cita untuk mensejahterakan rakyat."Sangat tergantung dari kemampuan Jokowi untuk bernegoisasi, tidak bisa berharap orang lain datang tapi harus menghubungi orang-orang untuk bernegoisasi tanpa menghilangkan cita-citanya," katanya.
Jika Jokowi & KMP saling jegal, Indonesia bisa seperti Amerika
Di Amerika, program Presiden Barrack Obama sering dihadang oleh Senat.
Rekomendasi