Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal angkat bicara soal polemik mundurnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari Partai Gerindra. Menurut dia, sejak dulu dirinya tak setuju dengan Ahok yang kerap banyak bicara di publik, sementara Ahok adalah pejabat eksekutif.Dia menilai, eksekutif bukan orang yang harusnya banyak bicara. Dia meminta Ahok tak banyak bicara, tapi banyak bekerja. Apalagi, Ahok keluar karena tidak setuju dengan RUU Pilkada yang ingin pemilihan kepala daerah lewat DPRD."Saya dari dulu mengkritisi eksekutif banyak omong, karena saya pernah polemik dengan Gamawan. Eksekutif bukan banyak bicara, tapi bekerja, semakin banyak ngomong, semakin banyak masalah," ujar Refrizal di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/9).Refrizal menambahkan, jika tak sepakat dengan UU Pilkada nanti, maka harusnya melakukan protes ke DPR bukan banyak bicara."Eksekutif ambil keputusan bukan banyak ngomong, emang tugasnya Ahok bahas UU? Kalau aspirasi sampaikan ke jalurnya, sampaikan ke sini (DPR), diskusi di sini, setiap orang boleh sampaikan keberatan ke DPR," tegas dia.Refrizal bahkan sejauh ini tak melihat kinerja baik yang ditunjukkan Ahok selama di Jakarta. Malah Jakarta semakin, macet, banyak jalan rusak."Apa coba? Hasilnya apa sudah ada belum? Macet mah macet saja tetap, fokuslah dia jangan banyak omong, jangan campuri urusan orang," pungkasnya.
PKS: Ahok jangan banyak omong, Jakarta masih macet!
Anggota Majelis Syuro PKS Refrizal menilai Ahok cuma besar mulut tanpa prestasi.
Rekomendasi