Galang kekuatan, PKB minta SBY bersikap jernih soal RUU Pilkada

PKB tidak ingin Pilkada lewat DPRD.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Galang kekuatan, PKB minta SBY bersikap jernih soal RUU Pilkada
Abdul Malik Haramain. ©2012 Merdeka.com

Pembahasan RUU Pilkada berlangsung alot di DPR. Salah satu pokok yang diperdebatkan adalah mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung atau melalui pemilihan lewat DPRD.Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk turut menjaga proses berlangsungnya demokrasi di Indonesia. Menurut PKB, kedaulatan rakyat terancam dirampas, bilamana RUU Pilkada tersebut disahkan menjadi undang-undang dengan mekanisme kepala daerah dipilih DPRD."Kami yakin Pak SBY konsen dengan demokrasi, kami berharap Pak SBY terkait RUU Pilkada bersikap dengan jernih," kata Ketua DPP PKB Abdul Malik Haramain saat dihubungi, Rabu (10/9).Oleh karena itu, SBY diharapkan bisa mengondisikan Partai Demokrat dan Koalisi Merah putih yang getol mengusung agar pilkada dipilih lewat DPRD. Terlebih, sejauh ini sikap pemerintah terkait RUU Pilkada sepakat agar pemilihan gubernur dan bupati/wali kota tetap dilaksanakan langsung dan dipilih oleh rakyat."Tolong Pak SBY menyampaikan kepada Partai Demokrat dan Koalisi Merah Putih agar berpikir jernih dalam menyelamatkan demokrasi," pintanya.Seperti diketahui, ngototnya mekanisme pemilihan kepala daerah lewat DPRD dalam RUU Pilkada ini merupakan buntut daripada Pilpres 2014. Partai-partai pendukung Prabowo-Hatta seperti Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat, PAN dan PPP yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih berupaya agar Pilkada via DPRD. Mereka berambisi supaya gubernur dan bupati/walikota disapu bersih dan dimenangkan olehnya.

Rekomendasi