Guruh Soekarnoputra meminta pemerintah tetap menjaga amanah perjuangan para pendahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Setidaknya ada tiga hal yang masih tetap menjadi tuntutan putra presiden pertama, Soekarno atau Bung Karno itu."Ada tiga hal penting yang harus kita perjuangkan di masa depan. Yang pertama adalah masalah konstitusi Undang Undang Dasar (UUD) 45 yang sudah diamandemen pada 2002 silam. Negara kita menjadi negara liberal, struktur negara kita sudah berubah," papar Guruh dalam orasi politiknya pada kampanye akbar Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) di Stadion Tambaksari Surabaya, Sabtu sore (28/6).Dia melanjutkan, persoalan pembentukan DPD, yaitu Dewan Perwakilan Daerah, sesuai amandemen. "Lah wong kita sudah punya DPRD, lah kok bikin DPD lagi, yang menghabiskan triliunan rupiah saudara-saudara. Itu gaya liberal, mencontoh Amerika, kita ikut-ikutan membikin Senator segala.""Indonesia itu berdasarkan Pancasila, yang menjalankan visi misi perjuangan. Aslinya presiden, ya menjalankan GBHN, sekarang ganti presiden ganti visi misi," keluh dia dalam orasi politiknya.Dan akibat amandemen itu pula, lanjut dia, banyak sekali perubahan dalam struktur Negara Indonesia. "MPR sekarang menjadi sederajat dengan DPR, sederajat dengan presiden, semuanya tidak jelas. Pemilu langsung itu juga melanggar Pancasila. Kayaknya keren, rakyat boleh pilih langsung, padahal itu bertentangan dengan Pancasila.""Kerakyatan itu adalah demokrasi yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan rakyat. Yang namanya Demokrasi Pancasila itu sama dengan demokrasi terpimpin dan demokrasi perwakilan. Sekarang demokrasi kita mengarah pada liberalisme. UUD 45 harus segera diamandemen kembali menjadi UUD 45 seperti Dekrit Presiden 5 Juli lalu," tegas dia.Menurutnya, Revolusi Indonesia belum selesai. Seperti amanah Bung Karno, revolusi jangan pernah berhenti. Revolusi Indonesia adalah Revolusi Panca Muka, Revolusi Multi Komplek."Jangan pernah ikut-ikutan orang-orang yang beranggapan bahwa revolusi itu harus berdarah-darah, itu tidak benar. Karena itu jelas ditentang Bung Karno, yang meminta anak bangsa untuk terus memperjuangkan Revolusi Indonesia secara benar," katanya.Nanti, masih dalan orasi politik Guruh, Revolusi Mental ala Jokowi harus diperjuangkan. "Kalau Revolusi Indonesia dilalui dengan berdarah-darah, Revolusi Mental ala Jokowi ikut susah diperjuangkan. Revolusi Mental diperjuangkan lewat pendidikan, kalau pendidikan tidak direvolusi juga, ya pasti susah juga," ucapnya.Dan yang terakhir, kata Guruh, Bung Karno harus di tempatkan dan diangkat sebagai Bapak Indonesia, sebagai Maha Guru Indonesia secara resmi tidak hanya dengan Kepres, tapi juga harus melalui TAP MPR."Maka ajaran Bung Karno harus diajarkan melalui pendidikan, harus masuk dalam kurikulum pendidikan. Kita harus kembali pada Dekrit Presiden 5 Juli. Nanti Jokowi jadi presiden, mari kita kawal, agar bisa sama-sama berjuang melaksanakan tiga hal tersebut," tandas Guruh.
Guruh Soekarnoputra: UUD 45 harus segera diamandemen kembali
Saat menjadi jurkam Jokowi di Surabaya, Guruh Soekarnoputra mengkritisi sistem pemerintahan Indonesia.
Rekomendasi