Banyak harapan baru yang disandangkan ke pundak presiden Indonesia yang baru. Salah satunya ketersediaan moda transportasi yang bersahabat bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna netra.Yanto (34), penyandang tuna netra mengungkapkan, kepada presiden yang baru, dirinya menginginkan agar kendaraan umum, seperti Kopaja dan Metromini agar memperhatikan kondisi para tuna netra. Dari pengalamannya, banyak sopir bus kedua angkutan Jakarta tersebut mengemudi secara ugal-ugalan."Selain itu mereka juga kalau nyopir kan suka berhentiin sembarangan. Kalau buat orang buta kaya saya kan repot," kata Yanto, saat menghadiri sosialisasi pilpres yang diadakan KPU Jakarta Barat, Selasa (24/6)."Mau saya, coba itu sopir lebih bisa diatur," ujarnya.Pria yang seharinya berprofesi sebagai tukang pijit ini mengatakan, temannya punya pengalaman buruk soal tingkah sopir-sopir tersebut. "Ada teman saya yang jatuh pas mau turun dari metro. Kalau saya, alhamdulillah belum," katanya.Yanto merupakan satu dari sekitar 150 penyandang disabilitas yang mengikuti sosialisasi pilpres di SLB Negeri 6, Jakarta Barat. Selain mengikuti sosialisasi yang dilakukan KPU Jakarta Barat, mereka juga melakukan tata cara melakukan pencoblosan.
Harapan penyandang disabilitas kepada presiden baru
Para penyandang disabilitas meminta agar Metromini dan Kopaja memperhatikan kondisi para tuna netra.
Advertisement
Rekomendasi