Setelah mengumumkan pemenang peserta konvensi, Partai Demokrat langsung bergerilya membangun komunikasi politik dengan Partai Golkar. Meskipun dinyatakan kalah di konvensi oleh Dahlan Iskan, Pramono Edhie Wibowo masih tetap berharap bisa diusung di pilpres nanti."Saya berharap kalau memang ini terjadi, bisa menjadi ukuran bagaimana tanggapan masyarakat pemilih nantinya," ujar Pramono Edhie dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/5).Dikabarkan, Partai Demokrat dan Partai Golkar sudah melakukan komunikasi intens dan memutuskan untuk mengusung Aburizal Bakrie (Ical) dan Pramono Edhie Wibowo sebagai pasangan capres dan cawapres. Menurut Pramono Edhie, mungkin saja itu terjadi namun harus diputuskan sebagai sebuah keputusan partai yang sah."Jika itu dianggap menjadi salah satu solusi untuk kebaikan rakyat Indonesia boleh-boleh saja. Semua harus menjadi kesepakatan partai pengusung," imbuhnya.Tim utusan Demokrat dan Golkar dikabarkan telah bertemu semalam. Dalam keputusannya, kedua belah pihak sepakat untuk berkoalisi di pilpres nanti.Namun demikian, Demokrat dan Golkar baru akan menggelar Rapimnas pada 18 Mei nanti. Rapimnas adalah sebagai keputusan tertinggi partai untuk menentukan arah koalisi jelang penutupan pendaftaran pasangan capres dan cawapres di KPU pada 20 Mei nanti.
Pramono Edhie berharap bisa disandingkan dengan Ical
Demokrat dan Golkar sudah jalin komunikasi intens.
Rekomendasi