Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Dumai, Zainal Abidin optimis perolehan suara partainya di Kota Dumai sesuai dengan yang diharapkan. Zainal pun memprediksikan ada 4 kader PAN yang akan menduduki kursi DPRD Kota Dumai.
"Hasil formulir C1 dari saksi kita ada 4 kursi yang diklaim milik PAN, semuanya merupakan caleg incumbent (penguasa)," ujar Zainal Abidin, seperti dikutip dari antaranews, Senin (14/4).
Dia menjelaskan data sementara secara keseluruhan hasil suara pemilu legislatif, partai politik yang dipimpinnya berhasil meraup sekitar 15 ribu suara. Perolehan suara ini dari masyarakat yang tersebar di empat daerah pemilihan (dapil) di wilayah tersebut.
Keempat orang caleg PAN yang bakal duduk di kursi DPRD Dumai periode 2014-2019, yakni Ahmad Effendi pada Dapil 1, kemudian Zainal Abidin pada Dapil 2, lalu Abdul Kasim pada Dapil 3 dan Hasrizal pada Dapil 4.
"Kita sampaikan ke publik, bahwa perolehan suara ini untuk menepis asumsi di tengah masyarakat. PAN masih diberi amanah untuk menjadi wakil rakyat dengan keterwakilan empat kursi," katanya.
Data sementara, lanjut Zainal, penghitungan perolehan suara dari para saksi diyakini memiliki tingkat keakuratan sekitar 94 persen dan pihaknya tetap akan menghormati hasil penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat pemilih, yang telah menciptakan pemilu kondusif dan masih mempercayakan kader partai politik itu untuk memimpin serta membangun daerah melalui jalur politik," ucapnya.
Perolehan suara yang memuaskan tersebut, merupakan sebagai bentuk kerja keras dari pengurus PAN, kader partai, dan semua pihak yang mendukung, serta masyarakat yang dapat menghormati proses demokrasi.
"Apapun hasil penetapan KPU nanti, akan kita hormati. Kader partai yang menduduki kursi DPRD harus bekerja, tanpa pamrih untuk kepentingan masyarakat lebih luas serta menjalankan amanah dengan baik," harapnya.
Ketua KPU Kota Dumai, Darwis, meminta semua pihak untuk menunggu rapat pleno penetapan hasil penghitungan perolehan suara, yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April dan pihaknya tidak menyediakan sistem quick count.
"Mari kita hormati proses demokrasi dengan menjaga kondusifitas keamanan, untuk penetapan final akan diplenokan nanti, sehingga sebaiknya kita menunggu bersama hasilnya," tutupnya.