Sebagai Ketua Partai Amanat nasional (PAN), Hatta Rajasa turut andil dalam perolehan suara Pileg pada 9 April 2014 lalu. Perolehan suara PAN kali ini melebihi suara pada Pemilu 2004 dan 2009.
"Keberhasilan PAN memperoleh suara hampir 8%, yang artinya melebihi suara PAN pada Pemilu 2004 dan 2009, tidak bisa dilepaskan dari sosok Hatta Rajasa," kata Krisnawati, Pengamat politik, seperti dikutip dari situs resmi Hatta, hatta-rajasa.info, Sabtu (12/4).
Meskipun dikenal sebagai ketua umum, lanjut Krisnawati, ia lebih memprioritaskan tugasnya sebagai menteri. Namun pada kenyataannya masyarakat menilai Hatta sebagai sosok yang berhasil membuat PAN sebagai partai terbuka (inklusif) tanpa meninggalkan basis massa utamanya, yaitu Muhammadiyah.
"Keberhasilan Hatta dalam mengawal ekonomi Indonesia juga ikut berpengaruh naiknya kepercayaan masyarakat terhadap PAN. Dengan delapan strategi PAN dan reformasi gelombang II (RG2) dan semangat kerja nyata yang digelorakan Hatta, terbukti mampu menarik basis konstituen di kalangan akar rumput (masyarakat bawah)," jelasnya.
Dia menambahkan, perolehan suara PAN yang hampir 8%, menduduki peringkat ke enam dalam pileg. Hal itu merupakan faktor Hatta yang juga harus diakui sebagai salah satu pendorong.
"Tanpa mengabaikan kinerja para calon legislator dari PAN juga tentunya," ungkapnya.
Menurut Krisnawati, dengan suara hampir 8% tersebut, Hatta adalah salah satu favorit cawapres. Berdasarkan fenomena politik yang berkembang di lapangan, PDIP dan Gerindra sudah melakukan komunikasi dengan PAN, khususnya Hatta. Bersama PKB, PAN akan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan siapa pemenang Pilpres 2014. Hatta bisa menjadi faktor penentu dalam pertarungan capres dengan hasil survei yang sudah didapat PAN 8%.
"Semua hasil survei menunjukkan, akan terjadi pertarungan sengit dalam posisi capres, antara Joko Widodo (PDIP) dan Prabowo Subianto (Gerindra). Namun di luar itu, Hatta bersama PAN bisa menjadi faktor penentu, siapa pemenang antara Jokowi dan Prabowo. Kita tunggu saja hasil lobi komunikasi politik yang dilakukan para elit parpol," tutupnya.