Sabam Sirait tantang adik Prabowo beberkan perjanjian Batu Tulis

"Coba dia bilang sama saya, jangan ngomong di koran saja," ujar Sabam.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Sabam Sirait tantang adik Prabowo beberkan perjanjian Batu Tulis
KPU Megawati, guruh, prabowo. ©2012 Merdeka.com

Politisi senior PDIP Sabam Sirait menantang adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo membeberkan perjanjian Batu Tulis kepada dirinya. Sabam meminta Hashim menjelaskan maksudnya yang kembali menyinggung perjanjian tersebut."Coba dia bilang sama saya, jangan ngomong di koran saja," kata Sabam di Menteng, Jakarta, Sabtu (8/3).Sabam mengatakan, saat perjanjian itu dirinya turut menjadi saksi antara Megawati dan Prabowo. Menurut Sabam, perjanjian itu hanya memuat kesepakatan dukungan pencalonan Mega jadi presiden dan Prabowo jadi wakilnya. Bukan sebaliknya."Ga ada itu. Saya hadir di situ. Dan itu isinya menandatangani apa yang disepakati. Yang disepakati waktu itu hanya mencalonkan Mega dan Prabowo jadi presiden pada tahun itu. Yang lain tidak ada," tegasnya.Sabam sewot dengan pernyataan Hashim yang mengatakan perjanjian itu masih berlaku. Yakni, jika Prabowo mencalonkan jadi presiden, maka PDIP harus mendukung penuh Gerindra. "Memang kerja kita mendukung-mendukung?," ujarnya.Sebelumnya, Hashim mengatakan PDIP seharusnya mendukung penuh Gerindra jika Prabowo mencalonkan diri jadi presiden. Hal itu tertulis dalam perjanjian di Batu Tulis antara Mega dan Prabowo, sebelum maju dalam Pilpres 2009 lalu."Perjanjian Batu Tulis berisi 7 butir kesepakatan. Poin yang menyatakan PDIP akan mendukung pencalonan Prabowo sebagai Presiden 2014 ada di butir terakhir, nomor 7," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, (5/3)Hashim merupakan salah satu konseptor perjanjian itu. Menurut dia, perjanjian tak hanya berlaku pada Pilpres 2009 yang memasangkan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, tapi juga pada Pemilihan Presiden 2014."Perjanjian tidak hanya berlaku pada 2009. Jelas disebut bahwa perjanjian tetap berlangsung hingga 2014," ujar Hashim.

Rekomendasi