Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini enggan menanggapi tudingan bahwa Presiden PKS Anis Matta menerima uang Rp 1,9 miliar dari hasil korupsi. Menurut dia, hal itu sudah berkali-kali dibantah oleh mantan wakil ketua DPR tersebut.Jazuli pun meminta agar persoalan terkait dengan aliran dana yang disebut diterima oleh Anis Matta, ditanyakan langsung ke Anis."Silakan tanya saja langsung ke Pak Anis. Kan Pak Anis Matta ada orangnya, tanya saja, kan dia berulang kali membantah," jelas Jazuli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/6).Anggota Komisi II DPR ini juga enggan menanggapi aliran dana yang diterima oleh PKS dalam surat dakwaan JPU dalam persidangan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Terlebih lagi, kata dia, hal ini masih perlu di dalami dan dibuktikan lebih jauh.Sebab, kata dia, PKS sebagai lembaga yang berbadan hukum, jika terbukti menerima aliran dana korupsi harus dibubarkan."Iya kan kita masih terlalu dini. Kalau kita bicara ujug-ujug pembubaran segala macam. Kita harus lihat apa saja faktanya dulu. Kan bukti hukum juga penting untuk dihormati dan dihargai. Kalau soal aliran dana kepada Pak Anis, berkali-kali juga pak Anis membantahnya," tandasnya.Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, Anis Matta terlibat dalam penggarapan proyek pengadaan benih kopi di Kementerian Pertanian (Kementan) pada 2012-2013.Bahkan, dari proyek itu Fathanah memberikan Anis Matta komisi Rp 1,9 miliar. Hal itu tercantum dalam surat dakwaan terhadap terdakwa kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Luthfi Hasan Ishaaq.Duit itu, kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), diberikan Fathanah ke Anis atas perintah Luthfi. "Uang itu diberikan ke Anis Matta terkait kuota impor benih kopi," kata JPU Avni Carolina saat membacakan berkas dakwaan Luthfi Hasan Ishaaq, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6).Uang sebesar Rp 1,9 miliar itu diserahkan ke Anis Matta melalui Yudi Setiawan. Jaksa Avni menyatakan, Anis Matta mendapat uang itu karena jabatannya selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Sekretaris Jenderal PKS.
Jazuli Juwaini anggap terlalu dini bicara pembubaran PKS
"Kalau kita bicara ujug-ujug pembubaran segala macam. Kita harus lihat apa saja faktanya dulu," kata Juwaini.
Advertisement
Rekomendasi