Demokrat: Ada atau tidaknya PKS enggak ngaruh

"Selama saya jabat ketua fraksi, saya memang tidak pernah merasakan koalisi PKS dengan Demokrat di DPR," ujar Nurhayati.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Demokrat: Ada atau tidaknya PKS enggak ngaruh
Nurhayati Ali Assegaf. ©2012 Merdeka.com

Perseteruan antara Partai Demokrat dan PKS semakin memanas. Setelah perang spanduk soal kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), kali ini, Demokrat dan PKS saling adu argumen di media massa soal nasib partai koalisi pendukung pemerintah.Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf mengungkapkan, bahwa selama dia menjabat sebagai pimpinan fraksi DPR, dia tak pernah merasa berkoalisi dengan partai yang diketuai oleh Anis Matta itu."Selama saya jabat ketua fraksi, saya memang tidak pernah merasakan koalisi PKS dengan Demokrat di DPR. Setiap apapun pemerintah dia sering berseberangan, ada atau tidaknya PKS enggak ngaruh," kata Nurhayati ketika dihubungi, Jumat (21/6).Terlebih lagi, ketika Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Julian Aldrin Pasha bahwa koalisi dengan PKS sudah berakhir. Nurhayati menyebut itu merupakan sinyal bahwa PKS sudah tak diinginkan di koalisi."Ini kan jubir yang bicara, apalagi yang ditunggu PKS. Sepertinya mereka sengaja bersikap seperti sekarang ini. Ini pengalihan isu. Tapi saya tegaskan, saya tidak pernah merasa berkoalisi dengan PKS," imbuhnya.Pernyataan Julian, menurut Nurhayati, sudah sangat jelas bahwa PKS tidak diterima dikabinet. Namun, saat partai dakwah itu tak kunjung menarik tiga menterinya di kabinet, Nurhayati berpendapat, bahwa hal itu sengaja dilakukan karena PKS sangat menikmati tiga kursi menteri di kabinet SBY."Mereka menunggu Pak SBY, untuk apalagi, kan sudah jelas dari jubir. Sepertinya PKS menikmati menterinya ada di kabinet. Sikap pak SBY kan sangat firm, dia menyelamatkan bangsa, membangun perekonomian, itu sudah sangat firm. Yang tidak firm itu kan PKS," tegas dia."Mereka keluar koalisi tapi tidak mau menarik menterinya, mungkin menikmati adanya tiga menteri, makanya mereka enggak mau menarik," tandasnya.

Rekomendasi